Porprov Kalteng 2026 di Depan Mata, KONI Kobar: Jangan Sampai Tamu Terjebak Antrean BBM

Dok : Istimewa

kaltengpedia.com – Pangkalan Bun – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah 2026 segera digelar di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Namun, di balik persiapan venue dan pertandingan, persoalan antrean bahan bakar minyak (BBM) mulai menjadi kekhawatiran baru.

Pasalnya, lebih dari 10 ribu orang diperkirakan akan memadati Pangkalan Bun. Mereka terdiri atas atlet, ofisial, pendamping, tamu hingga penonton dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah.

Kondisi antrean BBM yang masih terjadi saat ini dikhawatirkan semakin berat ketika arus kedatangan kontingen mulai meningkat. Mobilitas ribuan orang selama Porprov tentu akan membutuhkan pasokan BBM yang lebih besar.

Bacaan Lainnya

Ketua Harian KONI Kobar H Arif Asrofi meminta pemerintah daerah tidak menunggu persoalan tersebut membesar. Menurutnya, kebutuhan BBM harus dipastikan sejak sebelum kontingen berdatangan.

“Lebih dari 10 ribu orang akan hadir di Pangkalan Bun. Mereka tentu akan bergerak dari penginapan menuju venue dan tempat lainnya, sehingga kebutuhan BBM juga akan meningkat,” kata Arif saat rapat di kantor KONI Kobar, Rabu (26/8/2026).

Arif menilai persoalan BBM bukan sekadar masalah antrean kendaraan. Jika pasokan tidak mencukupi, mobilitas atlet dan ofisial dapat ikut terganggu dan berpengaruh terhadap aktivitas selama pertandingan.

Karena itu, KONI Kobar mendorong pemerintah segera duduk bersama pihak terkait untuk menyusun skema pemenuhan BBM selama Porprov. Kesepakatan tersebut, kata dia, harus menghasilkan langkah nyata di lapangan.

“Harus ada kesepakatan yang konkret sehingga target ketersediaan BBM itu tidak seperti hari-hari ini, masih antre,” tegasnya.

Kekhawatiran tersebut semakin beralasan karena kebutuhan transportasi selama Porprov dipastikan meningkat. Kontingen harus bergerak dari tempat penginapan menuju venue pertandingan, pusat konsumsi, lokasi kegiatan dan sejumlah fasilitas lainnya.

Arif tidak ingin persoalan antrean BBM justru menjadi pengalaman buruk bagi tamu yang datang ke Kobar.

“Jangan sampai atlet dan tamu sudah datang, tetapi mereka malah terjebak antrean BBM. Kita khawatir muka Kotawaringin Barat nanti tercoreng,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan Kobar sebagai tuan rumah tidak hanya ditentukan dari kesiapan venue dan kelancaran pertandingan. Ketersediaan berbagai kebutuhan pendukung, termasuk BBM, juga menjadi bagian penting dalam memberikan pelayanan kepada seluruh kontingen.

Selain BBM, KONI Kobar bersama Dinas Pemuda dan Olahraga serta Dinas Perindagkop-UMKM juga membahas kesiapan pelaku usaha lokal. UMKM diharapkan mampu memanfaatkan momentum kedatangan ribuan orang untuk meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Kesiapan fasilitas pendukung di kawasan Sport Center juga menjadi perhatian. Musala dan ketersediaan air untuk kebutuhan wudu menjadi salah satu fasilitas yang perlu dipastikan sebelum pertandingan berlangsung.

Dengan jumlah peserta dan tamu yang mencapai lebih dari 10 ribu orang, KONI Kobar meminta seluruh persoalan pendukung segera diselesaikan. Jangan sampai masalah yang sebenarnya dapat diantisipasi justru muncul ketika Porprov sudah berlangsung.

“Kita ingin Porprov sukses bukan hanya dari sisi pertandingan, tetapi juga dari kesiapan Kobar melayani seluruh tamu,” pungkas Arif.

Pos terkait