Karhutla Kotim Mengganas, Gubernur Kalteng Tawarkan Rp5 Juta untuk Informasi Pelaku

Dok : Antara Kalteng News

kaltengpedia.com – Sampit – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menyiapkan hadiah sebesar Rp5 juta bagi masyarakat yang memberikan informasi akurat terkait dugaan pelaku pembakaran lahan di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Pemberian penghargaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pencegahan dan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di tengah kondisi musim kemarau yang meningkatkan risiko kebakaran di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.

“Kalau ada yang mendapat informasi seperti itu nanti kami bantu Rp5 juta dan jangan khawatir karena identitasnya akan kami rahasiakan. Tapi harus benar-benar, jangan mengarang dan jangan memfitnah,” kata Agustiar Sabran saat melakukan kunjungan kerja di Sampit, Jumat.

Bacaan Lainnya

Dalam kunjungan tersebut, Agustiar didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kalteng, di antaranya Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin dan Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan. Rombongan meninjau kondisi Karhutla dan sejumlah posko penanganan di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Agustiar menekankan pentingnya kerja bersama antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, aparat keamanan, petugas lapangan, dan masyarakat untuk mencegah kebakaran meluas.

“Kita perlu memperkuat sinergi antara provinsi dengan kabupaten agar jangan sampai kebakaran ini meluas. Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri, harus serentak bersama,” ujarnya.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran, baik untuk membuka lahan maupun membersihkan pekarangan. Menurutnya, kondisi kemarau yang berlangsung saat ini meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.

Agustiar juga menegaskan hadiah Rp5 juta tersebut bukan dimaksudkan untuk mendorong masyarakat saling menuduh. Informasi yang disampaikan harus benar, akurat, dan dapat membantu aparat dalam melakukan penanganan maupun penegakan hukum.

Ia mencontohkan adanya kasus di Kabupaten Pulang Pisau, ketika aparat mengamankan dua orang yang diduga berkaitan dengan kebakaran di sejumlah titik. Menurutnya, kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa peran masyarakat dalam memberikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan sangat diperlukan.

Selain melibatkan masyarakat, Gubernur meminta seluruh unsur di daerah memperkuat koordinasi dalam menghadapi Karhutla. Pemerintah kabupaten, TNI, Polri, BPBD, dan seluruh pihak terkait diminta meningkatkan langkah pencegahan serta mempercepat penanganan apabila ditemukan titik api.

Sementara itu, Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah mengerahkan organisasi perangkat daerah untuk membantu penanganan Karhutla, termasuk dalam penyediaan pasokan air bagi petugas pemadam.

Menurutnya, ketersediaan air menjadi salah satu tantangan di lapangan karena sejumlah embung dan hidran mulai mengalami kekeringan. Untuk memenuhi kebutuhan pemadaman, air juga diambil dari Sungai Mentaya.

Halikinnor turut mengungkapkan adanya kekhawatiran terhadap munculnya kembali kebakaran di lokasi yang sebelumnya telah dipadamkan. Salah satu kejadian disebut terjadi di kawasan Jalan Tjilik Riwut Kilometer 7, ketika api kembali muncul beberapa hari setelah kebakaran sebelumnya berhasil dipadamkan.

Pemerintah daerah pun mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas pembakaran yang dilakukan secara sengaja.

Upaya pencegahan Karhutla, menurut pemerintah, membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Informasi yang akurat dari masyarakat dapat membantu petugas melakukan respons lebih cepat, sementara pembakaran lahan secara sengaja dapat menimbulkan dampak luas terhadap lingkungan, kesehatan, dan aktivitas masyarakat.

Pos terkait