Teras Narang: Penanganan Karhutla Jangan Hanya Padamkan Api, Pencegahan Harus Diperkuat

Dok. Istimewa

kaltengpedia.com – Mantan Gubernur Kalimantan Tengah, Teras Narang, mengingatkan bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Tengah tidak cukup hanya berfokus pada pemadaman api. Menurutnya, langkah pencegahan harus menjadi prioritas agar bencana yang berulang setiap musim kemarau dapat ditekan secara berkelanjutan.

Teras Narang menilai kondisi Karhutla tahun ini tidak kalah berat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan catatan Kompas hingga akhir Juli 2026, luas lahan yang terbakar di Kalimantan Tengah telah mencapai sekitar 3.068 hektare atau hampir menyamai luas wilayah Kota Yogyakarta. Situasi tersebut dinilainya berdampak luas terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, hingga semakin membebani kemampuan fiskal pemerintah daerah.

Ia mengapresiasi perhatian pemerintah pusat yang telah turun langsung menangani Karhutla di Kalimantan Tengah. Kunjungan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), disertai dukungan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), penambahan armada udara, logistik, dan peralatan pemadaman dinilai sebagai langkah nyata yang patut diapresiasi.

Meski demikian, Teras Narang menegaskan bahwa upaya tersebut harus diikuti dengan penguatan pencegahan sejak dari hulu. Pemerintah pusat maupun daerah diminta meningkatkan pengawasan terhadap alih fungsi lahan serta memastikan aktivitas perusahaan pemegang konsesi tidak menjadi pemicu terjadinya kebakaran selama musim kemarau.

Ia juga menyoroti data yang pernah disampaikan WALHI bahwa sekitar 70 persen titik panas di Kalimantan berada di kawasan konsesi perusahaan. Menurutnya, fakta tersebut menjadi pengingat penting agar pengawasan terhadap perusahaan diperketat sehingga kejadian serupa tidak terus berulang setiap tahun.

Selain pengawasan terhadap korporasi, Teras Narang menekankan pentingnya pendekatan edukatif kepada masyarakat, khususnya peladang tradisional. Ia menilai penguatan regulasi hingga tingkat desa, edukasi berkelanjutan, serta penerapan sanksi yang konsisten seperti yang pernah diterapkan pada masa kepemimpinannya dapat menjadi bagian dari strategi pencegahan Karhutla.

Dalam pesannya, Teras Narang juga menyinggung sejumlah tantangan yang saat ini dihadapi Kalimantan Tengah, mulai dari Karhutla yang berkepanjangan, pemadaman listrik bergilir, hingga kondisi fiskal daerah yang mengalami tekanan. Menurutnya, persoalan tersebut membutuhkan sinergi seluruh elemen agar tidak semakin memperburuk kondisi masyarakat.

Karena itu, ia mengajak pemerintah, akademisi, dunia usaha, relawan, serta seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga Kalimantan Tengah dari ancaman bencana lingkungan.

Di akhir pernyataannya, Teras Narang menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas di lapangan, mulai dari personel TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, relawan, hingga masyarakat yang terus berjibaku memadamkan api. Ia berharap semangat kebersamaan dan nilai Huma Betang terus menjadi kekuatan masyarakat Kalimantan Tengah dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada.

Pos terkait