kaltengpedia.com – Keberadaan tongkang pengangkut batu bara yang dilaporkan kandas di tengah Sungai Barito, tepatnya di wilayah Desa Marawan Lama, Kecamatan Dusun Utara, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, kembali menjadi perhatian masyarakat setempat.
Tongkang tersebut disebut telah berada di lokasi selama berbulan-bulan. Kondisi itu tidak hanya menimbulkan pertanyaan warga mengenai keberadaan dan penanganan tongkang, tetapi juga dikeluhkan karena munculnya bau serta asap menyengat yang dirasakan masyarakat di sekitar lokasi.
Warga khawatir kondisi tersebut dapat mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar kawasan sungai. Keluhan itu menjadi semakin serius karena Sungai Barito juga menjadi bagian penting dari aktivitas masyarakat setempat.
Selain persoalan asap dan bau, keberadaan tongkang yang kandas juga disebut menghambat aktivitas nelayan lokal. Masyarakat yang sehari-hari menggantungkan penghasilan dari mencari ikan di Sungai Barito merasa ruang aktivitas mereka menjadi terganggu.
Bagi sebagian warga, aktivitas menangkap ikan bukan sekadar pekerjaan, tetapi juga menjadi sumber penghasilan dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari keluarga.
Persoalan tersebut sebelumnya bahkan pernah disampaikan masyarakat melalui surat terbuka kepada pemilik tongkang batu bara. Dalam surat tersebut, warga meminta agar pihak pemilik atau pengelola segera mencari solusi terhadap keberadaan tongkang yang kandas.
Dalam surat terbuka itu, masyarakat menyampaikan:
“Mohon bantuannya terkait aktivitas tongkang pengangkut batu bara yang kandas di tengah Sungai Barito, tepatnya di Desa Marawan Lama.”
Warga juga menyampaikan kekhawatiran terhadap bau dan asap yang muncul dari tongkang serta meminta adanya langkah penyelesaian agar keberadaan tongkang tidak mengganggu masyarakat sekitar.
Persoalan lainnya yang disampaikan adalah terganggunya aktivitas nelayan akibat keberadaan tongkang yang telah berada di lokasi dalam waktu cukup lama.
Masyarakat berharap pemilik atau pengelola tongkang tidak membiarkan kondisi tersebut berlarut-larut. Mereka meminta adanya tindakan nyata untuk memastikan keberadaan tongkang tidak mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya nelayan yang menggantungkan kehidupan dari Sungai Barito.
Di sisi lain, masyarakat juga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut, terutama apabila keberadaan tongkang berkaitan dengan keselamatan pelayaran, lingkungan, kesehatan masyarakat, serta aktivitas ekonomi warga di sekitar sungai.
Warga mempertanyakan sampai kapan tongkang tersebut akan dibiarkan berada di tengah kampung mereka tanpa penyelesaian yang jelas.
Bagi masyarakat Marawan Lama, Sungai Barito bukan hanya jalur lalu lintas angkutan, tetapi juga ruang hidup dan sumber penghidupan. Karena itu, aktivitas transportasi batu bara diharapkan tetap memperhatikan keselamatan, lingkungan, serta hak masyarakat yang setiap hari bergantung pada sungai.
Hingga rilisan ini disusun, belum terdapat keterangan dari pemilik atau pengelola tongkang terkait penyebab tongkang kandas, kondisi sebenarnya di lapangan, serta langkah yang akan dilakukan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.





















