Palangka Raya Dorong Penataan Bantaran Sungai Lewat Program Waterfront City

Dok : MMC Kota Palangka Raya

Kaltengpedia – Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya terus mendorong penataan kawasan bantaran sungai melalui konsep waterfront city sebagai bagian dari upaya menciptakan kawasan perkotaan yang lebih tertata, aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Program tersebut diarahkan untuk menata kawasan bantaran Sungai Kahayan agar tidak hanya berfungsi sebagai kawasan permukiman, tetapi juga menjadi ruang publik yang tertata, bernilai ekonomi, dan memiliki daya tarik wisata.

Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin menegaskan bahwa penataan bantaran sungai menjadi salah satu prioritas pembangunan kota, terutama dalam mendukung pengurangan risiko banjir, penanganan kawasan kumuh, serta peningkatan kualitas lingkungan perkotaan.

Melalui konsep waterfront city, kawasan bantaran sungai diharapkan dapat berkembang menjadi kawasan yang lebih modern, tertata, dan ramah lingkungan dengan tetap memperhatikan aspek sosial serta keberlanjutan lingkungan hidup.

Selain memperindah wajah kota, program tersebut juga diharapkan mampu mendukung pengembangan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan ruang terbuka publik bagi masyarakat.

Pemerintah Kota Palangka Raya juga terus melakukan berbagai langkah penataan kawasan bantaran sungai secara bertahap, mulai dari normalisasi drainase, pengendalian kawasan rawan banjir dan ablasi, hingga penguatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan sungai dan lingkungan sekitar.

Dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah, revitalisasi bantaran Sungai Kahayan bahkan menjadi salah satu program super prioritas Pemerintah Kota Palangka Raya untuk mendukung visi pembangunan kota yang maju, modern, dan berkelanjutan.

Pemko Palangka Raya berharap sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh stakeholder dapat mempercepat terwujudnya kawasan bantaran sungai yang lebih tertata, aman dari genangan dan abrasi, sekaligus menjadi ikon baru kota yang memiliki nilai estetika dan ekonomi. (YD/Kalped)

Pos terkait