Sepak Sawut Semarakkan FBIM 2026, Tradisi Dayak Tetap Menyala di Tengah Modernisasi

Dok : MMC Kota Palangka Raya

Kaltengpedia – Palangka Raya – Permainan tradisional Sepak Sawut kembali menjadi salah satu atraksi budaya yang menyita perhatian masyarakat dalam gelaran Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026 di Kota Palangka Raya.

Permainan khas masyarakat Dayak tersebut tampil meriah dan menjadi bagian dari rangkaian perlombaan budaya yang digelar selama FBIM berlangsung pada 17–23 Mei 2026.

Sepak Sawut merupakan permainan tradisional yang menggunakan bola dari sabut kelapa yang dibakar, kemudian dimainkan secara berkelompok dengan mengandalkan ketangkasan, keberanian, dan kekompakan tim.

Atraksi budaya tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat dan wisatawan, tetapi juga menjadi sarana pelestarian budaya lokal agar tetap dikenal generasi muda di tengah perkembangan zaman.

Pelaksanaan FBIM 2026 sendiri menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah serta masuk dalam agenda nasional Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.

Melalui berbagai cabang lomba budaya dan permainan rakyat seperti Sepak Sawut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong upaya pelestarian budaya Dayak sekaligus memperkuat sektor pariwisata daerah.

Selain menghadirkan nilai hiburan, permainan tradisional tersebut juga mengandung filosofi kebersamaan, sportivitas, serta semangat menjaga warisan leluhur masyarakat Dayak agar tetap hidup dan berkembang.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi selama pelaksanaan lomba. Pengunjung memadati arena pertandingan untuk menyaksikan langsung atraksi para peserta yang tampil penuh semangat di tengah suasana festival budaya yang meriah.

FBIM 2026 juga menghadirkan berbagai perlombaan budaya lainnya seperti manyipet, habayang, manjawet uwei, parade budaya, hingga pertunjukan seni tradisional khas Kalimantan Tengah. (Yd/Kalped)

Pos terkait