APBD Kalteng Turun 34,71 Persen, Pemprov Pastikan Program Prioritas Tetap Berjalan Optimal

Dok : MMC Kalteng

Kaltengpedia – Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memastikan berbagai program prioritas tetap menjadi fokus utama pembangunan daerah meskipun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 mengalami penurunan sebesar 34,71 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kebijakan tersebut ditegaskan dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kalimantan Tengah terkait penyampaian pidato pengantar Gubernur terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Tahun Anggaran 2026. Pemerintah daerah menilai kondisi fiskal yang menurun tidak boleh menghambat pelaksanaan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Penurunan APBD terjadi akibat berkurangnya sejumlah komponen pendapatan daerah, terutama yang bersumber dari transfer pemerintah pusat dan pendapatan daerah lainnya. Namun demikian, Pemprov Kalteng tetap berkomitmen menjaga kesinambungan pembangunan dengan menerapkan prinsip efisiensi dan pengelolaan anggaran yang tepat sasaran.

Program-program yang berkaitan dengan pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat tetap menjadi prioritas utama dalam pengalokasian anggaran.

Pemerintah daerah juga menegaskan bahwa setiap rupiah anggaran yang tersedia harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, seluruh perangkat daerah diminta melakukan penyesuaian program tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik.

Selain fokus pada efisiensi belanja, Pemprov Kalteng terus berupaya mencari sumber-sumber pendapatan baru yang dapat mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.

Melalui pengelolaan anggaran yang cermat dan terukur, pemerintah optimistis target pembangunan daerah tetap dapat dicapai meskipun menghadapi tantangan fiskal yang cukup besar pada tahun 2026.

Komitmen tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam setiap kondisi ekonomi dan fiskal yang dihadapi. (Yd/Kalped)

Pos terkait