kaltengpedia.com – Palangka Raya – Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kalimantan Tengah melakukan peninjauan terhadap progres pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan program prioritas nasional tersebut berjalan sesuai target, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Peninjauan dilakukan langsung ke lokasi pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 55 yang saat ini tengah dipersiapkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar tahun ajaran 2026/2027. Kehadiran BPKP juga menjadi bentuk pendampingan dan pengawasan agar seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pembangunan Sekolah Rakyat di Kotim sebelumnya menunjukkan perkembangan signifikan. Pemerintah daerah menargetkan fasilitas tersebut dapat segera dimanfaatkan setelah proses pembangunan ruang kelas, asrama, serta sarana pendukung lainnya rampung. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui sistem pendidikan berasrama yang terintegrasi.
Dalam peninjauan tersebut, aspek yang menjadi perhatian meliputi progres fisik pembangunan, kesiapan infrastruktur pendukung, kualitas konstruksi, tata kelola pelaksanaan program, hingga efektivitas penggunaan anggaran. Pengawasan dilakukan agar pembangunan tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan.
Sekolah Rakyat merupakan salah satu program strategis pemerintah yang dirancang untuk meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. Di Kotim, program ini mendapat perhatian khusus mengingat tingginya kebutuhan layanan pendidikan yang merata dan berkualitas.
Melalui pengawasan dan pendampingan yang dilakukan BPKP, diharapkan pembangunan Sekolah Rakyat di Kotim dapat berjalan secara akuntabel, efektif, dan tepat sasaran. Kehadiran fasilitas pendidikan tersebut nantinya diharapkan mampu membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi generasi muda serta mendukung upaya pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan melalui sektor pendidikan.





















