kaltengpedia.com – Anggota DPRD Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah, Lisawanto, mendorong pemerintah daerah memperkuat kawasan industri sebagai salah satu strategi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus membuka pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Menurut Lisawanto, penguatan kawasan industri tidak cukup hanya dengan menetapkan lokasi melalui regulasi. Pemerintah daerah harus memastikan kawasan tersebut didukung infrastruktur dan perencanaan yang matang agar benar-benar siap menarik investasi.
“Kawasan industri yang perlu diperkuat di antaranya di Kelurahan Jelapat, Desa Danau Sadar, Kecamatan Dusun Selatan, serta kawasan potensial lainnya harus dipersiapkan secara serius,” kata Lisawanto di Buntok, Selasa.
Ia menilai, apabila dikelola secara serius, kawasan industri dapat menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru bagi Barsel. Aktivitas investasi dan usaha yang berkembang di kawasan tersebut diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat, sekaligus memperbesar kontribusi terhadap PAD.
Lisawanto mengingatkan pemerintah agar tidak menjadikan penetapan kawasan industri sekadar formalitas administratif.
“Kalau kawasan industri sudah ditetapkan, tentu harus dibarengi dengan regulasi yang jelas dan infrastruktur yang memadai. Jangan sampai kawasan tersebut hanya sebatas penetapan di atas kertas,” tegasnya.
Politisi Partai Gerindra Barsel itu meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait menyusun perencanaan secara terpadu. Infrastruktur dasar seperti akses jalan, jaringan listrik, air bersih hingga fasilitas penunjang lainnya harus disiapkan berdasarkan karakteristik dan kebutuhan masing-masing kawasan.
“Kita ingin kawasan industri ini benar-benar hidup dan memberikan dampak ekonomi. Selain membuka lapangan pekerjaan, aktivitas usaha yang berkembang nantinya juga diharapkan dapat meningkatkan PAD Barsel,” ujarnya.
Lisawanto menekankan, masuknya investasi ke Barsel harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pemerintah daerah. Ia tidak ingin kegiatan industri berkembang pesat, tetapi masyarakat sekitar hanya menjadi penonton dan potensi penerimaan daerah justru tidak optimal.
“Jangan sampai ada investasi atau kegiatan industri, tetapi masyarakat tidak menikmati hasilnya dan PAD juga tidak masuk ke daerah. Ini yang harus kita pikirkan sejak awal,” tegas Lisawanto, yang telah meraih gelar doktor di bidang ekonomi.
Menurutnya, pemerintah harus sejak awal merancang skema pengembangan industri yang mampu menciptakan keterlibatan masyarakat lokal. Peluang kerja, usaha pendukung, rantai pasok hingga sektor jasa harus diarahkan agar dapat dinikmati masyarakat sekitar kawasan.
Ia juga mengingatkan agar pengembangan kawasan industri tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi. Potensi dan karakteristik setiap wilayah harus menjadi dasar perencanaan, dengan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan serta kepentingan masyarakat yang berada di sekitar kawasan.
Lisawanto berharap pemerintah daerah dan DPRD memperkuat sinergi untuk mempercepat penataan serta pembangunan kawasan industri di Barsel.
“Dengan perencanaan yang matang, potensi ekonomi Barsel dapat dikelola secara optimal, sehingga investasi yang masuk benar-benar memberikan nilai tambah bagi daerah dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.





















