Palangkaraya Jadi Kota dengan Udara Terburuk di Indonesia, AQI Tembus 541: Bagaimana Kondisi Malam Nanti?

Dok : istimewa

kaltengpedia.com – Kondisi kualitas udara di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, kembali mengkhawatirkan. Berdasarkan pantauan IQAir pada Senin, 31 Agustus 2026 pukul 09.00 WIB, indeks kualitas udara atau AQI⁺ US mencapai 541, dengan kategori “Berbahaya”.

Angka tersebut menempatkan Palangkaraya sebagai kota dengan AQI tertinggi dalam daftar kota Indonesia yang ditampilkan IQAir saat pemantauan dilakukan.

Polutan utama yang menjadi perhatian adalah PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 346 µg/m³. IQAir juga memberikan peringatan adanya kebakaran hutan/lahan di sekitar Kalimantan Tengah.

Bacaan Lainnya

Kondisi tersebut bukan hal yang sepenuhnya baru. Sebelumnya, kualitas udara Palangka Raya juga sempat memburuk akibat kabut asap karhutla. Pada 19 Agustus, misalnya, AQI dilaporkan mencapai 487 dan BPBD meminta masyarakat meningkatkan perlindungan diri.

Tiga titik pemantauan menunjukkan perbedaan ekstrem

Data IQAir juga memperlihatkan bahwa kondisi udara tidak seragam di seluruh wilayah kota.

Pada saat pemantauan, tiga stasiun yang tercantum menunjukkan:

  • Jalan Tjilik Riwut: AQI 1.173
  • Jalan Semeru: AQI 488
  • Jalan Hendrik Timang: AQI 231

Perbedaan ini menunjukkan bahwa paparan polusi dapat sangat berbeda antarwilayah, sehingga angka 541 sebaiknya dipahami sebagai kondisi pemantauan kota pada saat tersebut, bukan berarti setiap sudut Palangkaraya memiliki angka yang persis sama.

Bagaimana kondisi malam nanti?

Ini bagian yang patut diperhatikan.

Prakiraan IQAir menunjukkan kualitas udara memang diperkirakan menurun dari siang menuju malam, tetapi belum berarti udara menjadi aman.

Pada Senin, angka yang diprakirakan bergerak dari:

541 pada pukul 09.00 → 486 pada 12.00 → 392 pada 15.00 → 274 pada 18.00 → 216 pada 22.00.

Namun pada 23.00 kembali naik menjadi 351.

Bahkan memasuki Selasa dini hari, angka diprakirakan kembali melonjak:

486 pada 00.00 dan mencapai 621 pada pukul 01.00.

Dengan demikian, malam hari belum tentu menjadi waktu yang aman dari kabut asap. Justru berdasarkan prakiraan tersebut, terdapat potensi peningkatan kembali pada tengah malam hingga dini hari.

Udara diperkirakan tetap buruk beberapa hari ke depan

Prakiraan harian yang tercantum dalam data IQAir juga menunjukkan kualitas udara masih menjadi persoalan hingga akhir pekan.

AQI harian diprakirakan berada di sekitar:

  • Senin: 307
  • Selasa: 290
  • Rabu: 225
  • Kamis: 182
  • Jumat: 157
  • Sabtu: 154
  • Minggu: 155

Artinya, meski terdapat tren penurunan tingkat polusi, kualitas udara masih diperkirakan berada pada level yang tidak sehat selama beberapa hari.

Kondisi tersebut terjadi di tengah meningkatnya aktivitas karhutla di Kalimantan. Kementerian Kehutanan sebelumnya mencatat 343 hotspot berkepercayaan tinggi di Kalimantan Tengah selama 17–19 Agustus 2026, bagian dari total 750 hotspot di tiga provinsi Kalimantan. Pemerintah kemudian memperkuat operasi terpadu penanganan karhutla bersama BNPB, BMKG, BPBD, TNI, Polri dan unsur lainnya.

Pos terkait