kaltengpedia.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, setelah kobaran api kembali membesar pada Minggu malam.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalimantan Tengah Ahmad Toyib mengatakan, kebakaran yang terjadi merupakan lanjutan dari titik api yang sebelumnya telah menyala.
Menurutnya, Tumbang Nusa menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam penanganan karhutla. Namun, upaya pemadaman menghadapi sejumlah kendala, terutama saat pengerahan pasukan darat pada malam hari.
Kondisi medan dan posisi titik api yang berisiko membuat personel harus mempertimbangkan aspek keselamatan sebelum mendekati sumber kebakaran. Pengerahan pasukan secara berlebihan juga berisiko meningkatkan kelelahan karena petugas telah melakukan pemadaman sejak pagi hingga sore.
Selain kendala di darat, operasi pemadaman melalui jalur udara juga belum dapat berjalan optimal. Penurunan jarak pandang di Kota Palangka Raya dan wilayah sekitarnya dalam dua hari terakhir menghambat pelaksanaan water bombing oleh satuan tugas udara.
Situasi tersebut diperparah angin kencang di lokasi kebakaran yang membuat pergerakan kepala api berlangsung lebih cepat. Dengan kondisi itu, pasukan darat menjadi tumpuan utama untuk menahan penyebaran api.
BPBPK Kalteng kemudian meningkatkan kesiapsiagaan dengan menempatkan sejumlah mobil tangki dan kendaraan pemadam di sepanjang kawasan Tumbang Nusa. Penempatan dilakukan terutama di wilayah yang diperkirakan menjadi jalur pergerakan api menuju jembatan.
“Pembasahan dilakukan oleh satgas darat di sekitar Tumbang Nusa,” kata Ahmad Toyib.
Sementara itu, data Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Karhutla Kalteng per 30 Agustus 2026 mencatat sebanyak 2.222 kejadian karhutla dengan total luasan terbakar mencapai 6.358,71 hektare.
Khusus Kabupaten Pulang Pisau, tercatat 54 kejadian karhutla dengan luasan area terbakar mencapai 378,88 hektare.
Pemerintah daerah bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan dan pemadaman guna mencegah api meluas ke wilayah lain serta menjaga keselamatan masyarakat dan personel yang bertugas di lapangan.





















