Tuah Pahoe Dipoles 1.800 Lux, Isenmulang Kalteng FC Buka Wacana Stadion Internasional

Dok. Istimewa

kaltengpedia.com – Manajemen Isenmulang Kalteng FC terus berbenah menyambut persaingan di kompetisi sepak bola profesional. Salah satu fokus utama adalah meningkatkan kualitas Stadion Tuah Pahoe, Palangka Raya, agar memenuhi standar yang dipersyaratkan dalam kompetisi profesional, termasuk ketentuan AFC dan FIFA.

Presiden Klub Isenmulang Kalteng FC Eko Setyawan mengatakan pembenahan stadion menjadi bagian penting untuk memastikan klub memiliki kandang yang layak ketika menjamu tim-tim besar di kompetisi nasional.

“Pembenahan Stadion Tuah Pahoe menjadi bagian penting untuk memastikan klub memiliki kandang yang layak saat berlaga di kompetisi profesional,” kata Eko Setyawan di Palangka Raya, Jumat.

Menurutnya, manajemen klub mendapat kewenangan untuk melakukan pengembangan serta penambahan sejumlah fasilitas stadion sesuai regulasi sepak bola profesional.

Pembenahan dilakukan secara bertahap, mulai dari lapangan hingga berbagai fasilitas pendukung pertandingan.

Salah satu peningkatan yang menjadi perhatian adalah sistem pencahayaan stadion. Manajemen meningkatkan kapasitas pencahayaan hingga 1.800 lux dengan menggunakan lampu berwarna putih yang disesuaikan dengan kebutuhan pertandingan profesional.

“Lampu stadion kami tingkatkan karena itu menjadi salah satu syarat penting dalam regulasi FIFA. Perbaikan ini dilakukan agar Stadion Tuah Pahoe bisa menjadi kandang yang memenuhi standar kompetisi profesional,” ujarnya.

Peningkatan tersebut diharapkan membuat Stadion Tuah Pahoe dapat digunakan sebagai kandang resmi Isenmulang Kalteng FC saat menghadapi klub-klub besar, termasuk Persija Jakarta dan Persib Bandung pada kompetisi Super League.

Bukan Sekadar Renovasi, Stadion Baru Mulai Dibidik

Namun, manajemen Isenmulang Kalteng FC tidak hanya memikirkan kebutuhan stadion untuk musim kompetisi saat ini.

Eko mengatakan pihaknya membuka peluang pembangunan stadion baru berstandar internasional apabila kapasitas dan fasilitas Stadion Tuah Pahoe di masa mendatang tidak lagi mampu mengakomodasi tingginya animo masyarakat.

Wacana tersebut, menurut dia, dapat ditempuh dengan mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional.

“Melalui Inpres Nomor 3 Tahun 2019 itu ada peluang bagi daerah yang memiliki tim profesional namun belum mempunyai stadion standar untuk mengajukan pembangunan stadion baru,” katanya.

Dengan dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, manajemen Isenmulang Kalteng FC berencana mengusulkan pembangunan stadion berstandar internasional apabila kebutuhan dan dukungan masyarakat terhadap sepak bola terus meningkat.

“Dengan dukungan Pak Gubernur, kami akan mengusulkan stadion berstandar internasional untuk Kalimantan Tengah apabila kebutuhan dan dukungan masyarakat terus meningkat,” ujarnya.

Animo Masyarakat Jadi Penentu

Eko menilai dukungan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan masa depan sepak bola Kalteng.

Menurutnya, jika pertandingan Isenmulang mampu menarik animo penonton dalam jumlah besar, kebutuhan terhadap stadion dengan kapasitas dan fasilitas yang lebih memadai juga akan semakin kuat.

“Kalau nanti kapasitas Stadion Tuah Pahoe sudah tidak mampu menampung animo masyarakat, tentu pembangunan stadion internasional bisa menjadi langkah selanjutnya,” demikian Eko.

Untuk memperkuat dukungan tersebut, manajemen Isenmulang Kalteng FC juga mulai membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat.

Pada Kamis (27/8) malam, klub menggelar sarasehan bersama sejumlah pengurus suporter, masyarakat, organisasi kepemudaan serta sekolah sepak bola di Kalimantan Tengah.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem sepak bola yang lebih luas, sekaligus memastikan perjalanan Isenmulang Kalteng FC di kompetisi profesional mendapat dukungan dari masyarakat Kalteng.

Pos terkait