kaltengpedia.com – Kehadiran Isenmulang Kalteng FC di kompetisi kasta tertinggi sepak bola nasional bukan sekadar kabar baik bagi pecinta olahraga. Klub kebanggaan Kalimantan Tengah itu dinilai berpotensi menjadi mesin baru penggerak ekonomi daerah sekaligus membuka peluang pengembangan sport tourism.
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengatakan, 17 pertandingan kandang Isenmulang Kalteng FC pada kompetisi Super League 2026/2027 dapat menghadirkan aktivitas ekonomi baru di Kota Palangka Raya.
Menurutnya, setiap laga kandang yang mempertemukan Isenmulang dengan klub-klub besar nasional berpotensi mendatangkan ribuan penonton. Kondisi tersebut diyakini akan memberikan peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
“Presiden Prabowo selalu berpesan pentingnya koperasi dan UMKM untuk meningkatkan ekonomi daerah. Saya yakin kehadiran Isenmulang yang akan menjamu tim-tim besar Super League menghadirkan denyut nadi ekonomi daerah,” kata Agustiar di Palangka Raya, Minggu.
Isenmulang Kalteng FC dijadwalkan menjalani 17 pertandingan kandang di Stadion Tuah Pahoe, Kota Palangka Raya, sepanjang musim 2026/2027.
Bagi Agustiar, pertandingan sepak bola bukan hanya menjadi ruang kompetisi dan hiburan, tetapi juga dapat menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Ribuan penonton yang datang ke stadion akan membutuhkan berbagai layanan, mulai dari makanan dan minuman, transportasi, penginapan, hingga produk cenderamata dan perlengkapan suporter.
UMKM Bisa Ketiban “Berkah” Sepak Bola
Potensi tersebut bukan tanpa contoh. Dampak ekonomi pertandingan sepak bola terhadap UMKM telah terlihat di sejumlah daerah.
Pada penyelenggaraan Piala Presiden 2026, misalnya, lebih dari 100 UMKM disebut hadir dalam setiap pertandingan.
Sementara berdasarkan riset BRI Research Institute, kompetisi Liga 1 diperkirakan mampu menciptakan output perekonomian Indonesia sekitar Rp9 triliun, dengan nilai tambah terhadap produk domestik bruto (PDB) sekitar Rp4,8 triliun.
Gambaran tersebut menunjukkan bahwa industri sepak bola memiliki rantai ekonomi yang panjang. Ketika penonton datang ke stadion, uang tidak hanya berputar di dalam arena pertandingan, tetapi juga mengalir ke sektor kuliner, transportasi, hotel, perdagangan hingga ekonomi kreatif.
Kondisi serupa dinilai dapat terjadi di Palangka Raya apabila pertandingan kandang Isenmulang mampu menarik animo masyarakat dan suporter dari luar daerah.
17 Laga, Peluang Sport Tourism
Tak hanya UMKM, Isenmulang Kalteng FC juga dinilai dapat menjadi pintu masuk pengembangan sport tourism di Kalimantan Tengah.
Sebanyak 17 laga kandang sepanjang musim kompetisi 2026/2027 berpotensi mendatangkan pemain, pelatih, ofisial, suporter dan wisatawan dari berbagai daerah ke Palangka Raya.
Mereka tidak hanya membutuhkan tiket pertandingan, tetapi juga akomodasi, makanan, transportasi dan berbagai kebutuhan selama berada di Kalteng.
Jika momentum tersebut dikelola secara serius, efek bergandanya dapat dirasakan sektor perhotelan, restoran, transportasi, ekonomi kreatif hingga destinasi wisata.
Terlebih, aturan Super League 2026/2027 memungkinkan suporter tim tamu kembali hadir dalam pertandingan tandang.
Situasi ini membuka peluang bagi Kalimantan Tengah untuk menjadikan pertandingan Isenmulang sebagai bagian dari paket wisata olahraga.
Suporter yang datang untuk menyaksikan pertandingan dapat sekaligus diajak mengenal destinasi wisata, kuliner khas, produk UMKM dan budaya Kalimantan Tengah.
“Kalteng banyak memiliki destinasi wisata menarik yang bisa menjadi perhatian Indonesia dan dunia,” tegas Agustiar.
Menurutnya, momentum kembalinya sepak bola Kalteng ke level tertinggi nasional harus dimanfaatkan untuk memperkenalkan wajah Kalimantan Tengah kepada masyarakat Indonesia, termasuk melalui produk ekonomi kreatif.
Kehadiran pemain berkualitas, termasuk pemain asing yang tampil di kompetisi nasional, juga dinilai dapat memberikan efek promosi bagi daerah.
“Isenmulang itu artinya pantang mundur. Semangat itu harus dibawa dalam setiap pertandingan. Kita ingin Kalteng tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu bersaing dan menunjukkan kemampuan di tingkat nasional,” jelasnya.
Jika peluang tersebut mampu dikelola secara terintegrasi, Isenmulang Kalteng FC tidak hanya bermain untuk mengejar kemenangan di lapangan. Setiap pertandingan bisa menjadi titik temu antara olahraga, UMKM, pariwisata dan perputaran ekonomi masyarakat Kalteng.





















