kaltengpedia.com – Penyanyi sekaligus aktris Sherina Munaf turun langsung ke Kalimantan Tengah untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
Kehadiran Sherina tidak hanya untuk melihat kondisi karhutla. Ia turut membantu petugas dan relawan dalam proses pemadaman di lapangan bersama Borneo Orangutan Survival (BOS) Foundation.
Sherina tiba di Kalimantan Tengah setelah melakukan perjalanan dari Jakarta. Dalam perjalanan menuju Palangka Raya, ia merasakan langsung dampak kabut asap. Asap tebal bahkan terlihat ketika pesawat mulai melakukan proses pendaratan.
Kondisi jarak pandang yang terbatas membuat daratan sulit terlihat dari udara. Sherina juga mengungkapkan bahwa bau asap terasa hingga masuk ke dalam kabin pesawat sehingga dirinya langsung menggunakan masker.
Setibanya di Palangka Raya, Sherina berkoordinasi dengan pihak terkait sebelum menuju lokasi karhutla. Bersama tim, ia kemudian mendatangi kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Galeget Tiawu dan Hiu Putih.
Di lokasi tersebut, Sherina ikut membantu proses pemadaman titik api dan pembasahan lahan. Penanganan menjadi lebih sulit karena sebagian wilayah yang terbakar merupakan lahan gambut yang berpotensi menyimpan bara di bawah permukaan.
Pengalaman berada langsung di lokasi membuat Sherina merasakan beratnya pekerjaan petugas dan relawan yang menangani karhutla selama berjam-jam.
Ia juga melihat kondisi asap yang masih pekat serta dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitar kawasan terdampak.
Selain membantu pemadaman, Sherina bersama pihak yang mendampinginya juga memberikan dukungan dan bantuan logistik bagi petugas yang bekerja di lapangan.
Keterlibatan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap penanganan karhutla sekaligus kondisi lingkungan di Kalimantan Tengah. Sherina juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan dan memberikan dukungan kepada para petugas yang masih berjibaku menangani kebakaran.
Kondisi karhutla di Kalimantan Tengah sendiri masih membutuhkan penanganan bersama. Selain mengancam kawasan hutan dan lahan gambut, kebakaran juga berdampak terhadap kualitas udara, kesehatan masyarakat serta habitat satwa liar.
Kehadiran Sherina di lapangan diharapkan dapat meningkatkan perhatian masyarakat terhadap kondisi karhutla sekaligus mendorong kepedulian terhadap upaya pencegahan dan pemulihan lingkungan.
Informasi mengenai keterlibatan Sherina dalam penanganan karhutla tersebut juga dibagikan melalui media sosialnya dan kemudian diberitakan sejumlah media nasional.





















