kaltengpedia.com – Akademi Komunitas Muhammadiyah Palangka Raya (AKMPR) resmi memantapkan langkah sebagai penyelenggara Program Pendidikan Tinggi Vokasi Diploma I Bidang Pertanian yang diproyeksikan menjadi wadah pencetak Taruna Tani Huma Betang. Program hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Kementerian Pertanian Republik Indonesia ini menjadi bagian dari strategi memperkuat sumber daya manusia (SDM) pertanian dalam mendukung swasembada pangan nasional.
Komitmen tersebut ditegaskan melalui kehadiran jajaran AKMPR pada Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Pendidikan Tinggi Vokasi Bidang Pertanian yang digelar Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah.
Direktur AKMPR, Prof. Dr. Ir. Chandra Anugrah Putra, ST., M.I.Kom., mengatakan kepercayaan yang diberikan pemerintah kepada AKMPR merupakan amanah besar sekaligus pengakuan atas kapasitas perguruan tinggi vokasi dalam menyiapkan tenaga pertanian yang kompeten.
“Ini merupakan kolaborasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Program ini juga diproyeksikan menjadi wadah pendidikan bagi Taruna Tani Huma Betang atau Brigade Pangan untuk mencetak sumber daya manusia pertanian yang unggul, terampil, dan siap mendukung swasembada pangan nasional,” ujarnya di Palangka Raya, Jumat.
Menurut Chandra, pendidikan yang akan dijalankan tidak hanya menitikberatkan pada pembelajaran teori, tetapi lebih banyak membekali peserta dengan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan pertanian modern.
“Pendidikan ini tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi membentuk Taruna Tani Huma Betang yang memiliki keterampilan, karakter, serta kemampuan mengelola pertanian modern berbasis teknologi. Kami siap memberikan pembelajaran terbaik agar lulusan mampu menjadi motor penggerak pembangunan pertanian di Kalimantan Tengah,” katanya.
Program Diploma I Bidang Pertanian dirancang dengan komposisi pembelajaran sekitar 70 persen praktik dan 30 persen teori. Para peserta akan mendapatkan pelatihan pengoperasian alat dan mesin pertanian, pemanfaatan teknologi digital, hingga penggunaan drone untuk mendukung produktivitas sektor pertanian.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, menilai Kalimantan Tengah memiliki posisi strategis dalam mendukung program optimalisasi lahan serta percepatan cetak sawah rakyat.
“Kalimantan Tengah memiliki peran strategis dalam program optimalisasi lahan dan cetak sawah rakyat. Karena itu, kami mendorong generasi muda bergabung dalam Brigade Pangan agar mampu mengelola pertanian modern secara produktif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Di sisi lain, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden, menjelaskan Program Pendidikan Tinggi Vokasi Diploma I Bidang Pertanian menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS).
Program tersebut diarahkan untuk mendukung pengelolaan lahan melalui target cetak sawah seluas 26.437 hektare, meningkatkan kualitas SDM pertanian, memperkuat ketahanan pangan nasional, sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Brigade Pangan yang dikelola petani milenial.
Saat ini, pendaftaran Calon Taruna Tani Huma Betang Gelombang I telah dibuka dengan kuota sebanyak 178 peserta. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga merencanakan penyerahan simbolis calon mahasiswa kepada AKMPR pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026.
Momentum tersebut akan menjadi awal pelaksanaan pendidikan vokasi pertanian yang diharapkan mampu melahirkan generasi muda pertanian yang profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta siap menjadi penggerak pembangunan sektor pertanian di Kalimantan Tengah. Program ini sekaligus memperkuat posisi provinsi sebagai salah satu daerah penyangga swasembada pangan nasional melalui pengembangan SDM pertanian yang unggul dan berdaya saing.





















