kaltengpedia.com – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Agustiar Sabran menyampaikan kekecewaannya terhadap rendahnya tingkat kehadiran kepala daerah dalam Rapat Kerja Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun 2025 yang sedianya digelar pada Sabtu malam, 12 Juli 2025, di Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur.
Dari 14 kepala daerah yang diundang, hanya 7 kepala daerah yang hadir, yaitu:
-
Bupati Katingan
-
Bupati Gunung Mas
-
Bupati Barito Selatan
-
Bupati Barito Timur
-
Bupati Murung Raya
-
Bupati Kapuas
-
Wali Kota Palangka Raya
Minimnya kehadiran tersebut menyebabkan kegiatan strategis ini dibatalkan. “Peningkatan PAD adalah tanggung jawab bersama antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. Tanpa komitmen yang sejalan, akan sulit menemukan sumber-sumber baru untuk pembangunan yang berkelanjutan,” tegas Gubernur Agustiar usai memimpin Upacara Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-78 Tingkat Provinsi Kalteng di halaman Kantor Gubernur, Sabtu pagi (12/07/2025).
Kondisi ini memunculkan dugaan adanya ketidaksejalanan arah politik antara Gubernur Agustiar Sabran—yang merupakan mantan kader PDIP dan kini kader Partai Gerindra dengan sebagian kepala daerah.
Berikut daftar kepala daerah yang tidak hadir, beserta afiliasi politiknya:
| Kepala Daerah | Status/Partai Politik |
|---|---|
| Bupati Kotawaringin Timur | PDIP |
| Bupati Kotawaringin Barat | Golkar |
| Bupati Seruyan | Golkar |
| Bupati Lamandau | Gerindra |
| Bupati Sukamara | PDIP |
| Bupati Pulang Pisau | Golkar |
| Bupati Barito Utara | Pj (Penjabat, non-partai) |
Fakta bahwa dua kepala daerah dari PDIP juga tidak hadir yakni Bupati Kotim dan Bupati Sukamara menunjukkan bahwa ketidakhadiran ini tidak semata-mata soal perbedaan perahu politik, melainkan bisa mencerminkan renggangnya komunikasi, gesekan internal, atau posisi politik yang mulai menjauh dari Gubernur Agustiar setelah Pilkada 2024.
Kajian litbang kaltengpedia mencurigai bahwa perpindahan Agustiar dari PDIP ke Gerindra juga memicu ketegangan baru di internal pemerintahan daerah, apalagi dengan elektabilitasnya yang terus meningkat sebagai kandidat kuat Gubernur Kalteng untuk periode kedua.
Dalam Pemilihan Gubernur Kalimantan Tengah 2024, pasangan Agustiar Sabran – Edy Pratowo diusung oleh koalisi lima partai politik, yaitu:
-
Partai Gerindra
-
Partai Amanat Nasional (PAN)
-
Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
-
Partai Solidaritas Indonesia (PSI)
-
Partai Kebangkitan Nusantara (PKN)
Pasangan ini memenangkan Pilgub Kalteng dengan perolehan suara rakyat sebanyak 484.754 suara, menjadikan mereka sebagai pasangan terkuat secara elektoral di tingkat provinsi Kalimantan Tengah.
Namun demikian, kemenangan politik di Pilgub tampaknya belum sepenuhnya menguatkan sinergi vertikal antara provinsi dan kabupaten/kota, yang justru tampak melemah dalam momentum penting seperti Rakor PAD.
Pemerintah Provinsi berkomitmen menjadwalkan ulang pertemuan Rakor PAD dan berharap seluruh kepala daerah hadir dengan semangat sinergi demi kepentingan rakyat Kalteng secara keseluruhan.






















