Musda Golkar Kalteng Ditunda, Edy Pratowo Kian Menguat Jadi Calon Ketua

Dok : Deepsek ai

kaltengpedia.com – Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golongan Karya (Golkar) Kalimantan Tengah (Kalteng) yang semula dijadwalkan pada 3 Agustus 2025 resmi ditunda. Kepastian tersebut disampaikan Ketua DPD Partai Golkar Kalteng, H. Ruslan AS, kepada wartawan pada Senin (28/7), di Palangka Raya.

Penundaan ini merupakan arahan langsung dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar. “Sekretaris Golkar Kalteng menerima telepon dari DPP, pelaksanaan Musda Kalteng ditunda. Insyaallah akan dijadwalkan ulang,” kata Ruslan singkat.

Ruslan menyebut, alasan utama penundaan adalah padatnya agenda Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, yang juga menjabat sebagai Menteri Investasi. “Karena beliau Menteri, jadi ada kesibukan yang kadang-kadang diambil pada Sabtu-Minggu. Jadi waktunya belum memungkinkan,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Penundaan ini juga berdampak pada rencana kehadiran Bahlil tidak hanya di Musda Golkar Kalteng, tetapi juga di Musda Golkar Kalimantan Selatan. Di tengah penundaan ini, dinamika internal Golkar Kalteng justru semakin menarik, terutama terkait pencalonan Ketua DPD Partai Golkar Kalteng yang baru.

Nama Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo, disebut-sebut kian menguat sebagai calon pengganti H. Ruslan AS. Dukungan dari elite nasional seperti Bahlil Lahadalia diyakini menjadi faktor penting yang memperkuat posisi Edy dalam kontestasi internal ini.

Sumber internal menyebutkan bahwa penundaan Musda ini bisa jadi bagian dari strategi lobi politik yang sedang berlangsung di tingkat pusat. “Ada proses komunikasi yang intensif, dan ini memang bukan sekadar teknis penjadwalan,” ujar seorang kader senior Golkar yang enggan disebutkan namanya (29/07).

Edy Pratowo sendiri bukan figur baru dalam politik Kalteng. Pria kelahiran Palangka Raya, 9 Desember 1969 ini memulai karier politiknya sejak 1999 sebagai Anggota DPRD Kapuas. Ia kemudian menjabat sebagai Bupati Pulang Pisau selama dua periode, sebelum dipercaya sebagai Wakil Gubernur Kalteng sejak 2021.

Dengan rekam jejak yang kuat, kedekatan dengan pusat, dan dukungan dari tokoh nasional seperti Bahlil, peluang Edy Pratowo untuk memimpin Golkar Kalteng dinilai terbuka lebar. Kini, para kader dan simpatisan Golkar di Kalteng hanya tinggal menunggu kapan Musda dijadwalkan ulang dan siapa yang akhirnya akan resmi memegang kendali partai beringin di provinsi ini.

Pos terkait