Palangka Raya Darurat ISPA? Kasus Tembus 12.394, Tertinggi di Kalimantan Tengah

Dok. Ilustrasi

kaltengpedia.com – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah kini mulai berdampak nyata terhadap kesehatan masyarakat. Kota Palangka Raya tercatat sebagai daerah dengan jumlah kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) tertinggi di provinsi ini, dengan 12.394 kasus hingga awal Agustus 2026.

Lonjakan kasus tersebut menjadi alarm serius di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap yang mulai menyelimuti sejumlah wilayah. Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh paparan asap, karena berpotensi meningkatkan risiko gangguan saluran pernapasan, terutama pada anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga yang memiliki penyakit penyerta.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan, mengatakan pihaknya telah mengerahkan berbagai langkah antisipasi untuk menekan dampak kesehatan akibat kabut asap. Salah satunya dengan mendistribusikan masker ke seluruh puskesmas agar dapat segera dibagikan kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan yang paling berisiko mengalami gangguan pernapasan.

Selain pembagian masker, seluruh fasilitas kesehatan juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap peningkatan pasien dengan keluhan batuk, pilek, iritasi tenggorokan, hingga sesak napas. Pemerintah Kota Palangka Raya telah menyiagakan empat puskesmas induk dan 43 puskesmas pembantu (Pustu) guna memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal selama musim kabut asap.

Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Apabila harus beraktivitas di luar rumah, warga diminta menggunakan masker dengan benar, memperbanyak konsumsi air putih, mengonsumsi makanan bergizi, beristirahat yang cukup, serta menjaga daya tahan tubuh.

Masyarakat juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala gangguan pernapasan. Penanganan sejak dini dinilai penting untuk mencegah kondisi berkembang menjadi lebih serius, terutama di tengah potensi meningkatnya intensitas karhutla dalam beberapa waktu ke depan.

Dengan jumlah kasus ISPA yang kini menjadi yang tertinggi di Kalimantan Tengah, pemerintah berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya kabut asap semakin meningkat. Disiplin menggunakan masker, membatasi aktivitas luar ruangan, dan segera mencari pertolongan medis saat muncul gejala menjadi langkah penting untuk meminimalkan dampak kesehatan selama musim karhutla berlangsung.

Pos terkait