Perbatasan Kalbar-Kalteng Terancam Jadi Zona Merah Narkoba, Benarkah ?

kaltengpedia.com – Wakil Bupati Lamandau, Abdul Hamid, menyampaikan kekhawatiran terkait rawannya peredaran narkoba di kawasan perbatasan Kalimantan Barat (Kalbar) dan Kalimantan Tengah (Kalteng). Dalam Rapat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 di Kantor Gubernur Kalteng, Rabu (28/5/2025), Hamid mengusulkan pembangunan pos jaga dan rest area di kawasan perbatasan, tepatnya di Kecamatan Delang, Kabupaten Lamandau, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Ketapang, Kalbar.

“Untuk gerbang perbatasan Kalbar-Kalteng itu, Pak, minta tolong agar dapat direnovasi. Gerbang perbatasan Kalbar-Kalteng ini merupakan wajah dari Kalteng dan Kalbar,” ujarnya.

Namun, Hamid menekankan bahwa di balik nilai strategis dan simbolis kawasan tersebut, tersimpan ancaman serius terkait peredaran gelap narkoba. Minimnya pengawasan di wilayah perbatasan membuat area ini rentan dijadikan jalur lalu lintas barang haram lintas provinsi.

“Dan ini rawan narkoba. Jadi sangat berharap dibangun rest area dan pos jaga, disamping renovasi, jadi lebih ketat,” tegas Hamid.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo, menyampaikan bahwa usulan dari pemerintah kabupaten menjadi bagian penting dalam perencanaan jangka menengah. Ia menegaskan perlunya sinergi dan kolaborasi antarpihak, termasuk pemanfaatan fiskal daerah dan kemungkinan kerja sama dengan sektor swasta dalam pembangunan infrastruktur dan pengamanan.

“Target RPJMD 2025, semuanya bergulat dari kekuatan fiskal. Maka perlu dibikin rencana. Rencana satu tahun ke depan, dua tahun, tiga tahun hingga lima tahun,” kata Edy.

Perbatasan Kalbar-Kalteng yang berada di wilayah hutan tropis dan minim infrastruktur pengawasan menjadi titik rawan perlintasan narkotika. Beberapa faktor yang memperkuat kerawanan tersebut:

Minimnya Pos Pengawasan Tetap

Tanpa pos jaga permanen, lalu lintas orang dan barang sulit dipantau. Ini membuka celah besar bagi jaringan pengedar memanfaatkan jalur tikus atau kendaraan pribadi untuk menyelundupkan narkoba antarprovinsi.

Letak Geografis yang Terpencil

Hutan dan medan yang sulit dijangkau mempersulit aparat dalam melakukan patroli rutin. Jaringan kriminal kerap memanfaatkan kondisi ini untuk melakukan operasi secara sembunyi-sembunyi.

Keterbatasan Personel dan Anggaran Keamanan

Lemahnya sinergi antara aparat penegak hukum pusat dan daerah membuat pengawasan tidak optimal. Ketiadaan anggaran khusus untuk pengawasan perbatasan juga menjadi hambatan.

Peredaran Narkoba di Kalimantan Masih Tinggi

Berdasarkan data BNN, Kalimantan merupakan salah satu jalur distribusi narkoba dari luar negeri, terutama dari Malaysia yang berbatasan langsung dengan Kalbar. Dari sana, barang haram bisa mengalir ke wilayah-wilayah di Kalimantan, termasuk ke Kalteng.

Pos terkait