kaltengpedia.com – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) menggelontorkan anggaran fantastis sebesar Rp 5,5 triliun untuk membuka lahan sawah seluas 100 ribu hektare di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Namun, hingga awal Juli 2025, belum ada kejelasan terkait realisasi proyek yang disebut sebagai bagian dari ketahanan pangan nasional tersebut.
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Andi Nur Alam Syah, dalam pernyataannya pada 8 Januari 2025 lalu menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari pengembangan potensi lahan seluas total 500 ribu hektare di wilayah Kalteng.
“Target kami dari data yang tersedia itu 500 ribu hektare tersebut, mudah-mudahan 100 ribu hektare yang sudah siap ini bisa kita buka sampai bulan 6 tahun 2025,” ujar Andi dalam keterangan tertulis.
Namun, berdasarkan pantauan dan analisis Litbang Kaltengpedia hingga 1 Juli 2025, belum terdapat tanda-tanda fisik ataupun administratif dari dimulainya program cetak sawah tersebut. Tak hanya nihil progres, belum ada penjelasan resmi dari dinas terkait di tingkat provinsi maupun kabupaten mengenai siapa yang bertanggung jawab atas pelaksanaan proyek besar ini di lapangan.
Padahal, dari total anggaran Kementan sebesar Rp 29 triliun tahun ini, sekitar 19 persen atau Rp 5,5 triliun telah dialokasikan khusus untuk Kalteng. Anggaran tersebut direncanakan untuk pembukaan lahan, modernisasi pertanian, optimasi lahan, hingga pembentukan brigade pangan.
Minimnya informasi publik dan kurangnya koordinasi antar-lembaga memunculkan pertanyaan publik terkait efektivitas perencanaan dan pelaksanaan program ini. Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Tengah, yang seharusnya menjadi mitra utama pelaksana di daerah, belum memberikan keterangan resmi kepada media terkait tahapan, lokasi prioritas, atau skema pelibatan petani dan pelaku usaha tani lokal.
Tak hanya itu, peran Dinas Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup, hingga Badan Pertanahan Nasional juga belum tampak dalam rangkaian sosialisasi maupun pemetaan lahan yang direncanakan akan dicetak sebagai sawah.
Besarnya nilai anggaran yang dikucurkan menjadi sorotan tersendiri. Litbang Kaltengpedia menilai penting adanya transparansi penggunaan dana serta audit independen terhadap rencana kerja yang melibatkan ribuan hektare lahan di wilayah yang selama ini dikenal memiliki karakteristik rawa gambut dan sensitif terhadap ekosistem.






















