Kasus DBD Meningkat, Dinkes Palangka Raya Imbau Warga Waspada

Dok - Istimewa

Kaltengpedia – Palangka Raya – Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu persoalan kesehatan masyarakat di Kota Palangka Raya. Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut kembali menunjukkan peningkatan kasus, khususnya di kawasan permukiman padat penduduk.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyakit DBD.

“Kami mengimbau warga Kota Palangka Raya agar lebih berhati-hati dengan DBD. Jika di suatu kawasan atau komplek perumahan ada warga yang merasakan gejala DBD, maka harus benar-benar diperhatikan,” kata Riduan, Selasa.

Ia menjelaskan, masyarakat perlu mengenali gejala awal DBD seperti demam tinggi, sakit kepala, hingga nyeri otot. Jika mengalami gejala tersebut, warga diminta tidak menunda pemeriksaan dan segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.

“Selain pemeriksaan medis, langkah pencegahan sederhana juga harus dilakukan masyarakat dalam keseharian,” tambahnya.

Dalam upaya pencegahan, Riduan menganjurkan masyarakat untuk memperbanyak konsumsi air putih, membuang sampah pada tempatnya, serta rutin menguras tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang jentik nyamuk.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kondisi rumah agar memiliki sirkulasi udara dan ventilasi yang baik sehingga dapat mengurangi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD.

Terkait dugaan kasus DBD di kawasan Mendawai, Riduan mengatakan pihaknya telah melakukan penanganan cepat.

“Total yang dirawat ada tujuh orang, tiga orang sudah pulang, satu orang dinyatakan positif DBD, dan empat orang lainnya masih menjalani perawatan,” ujarnya.

Selain memberikan penanganan medis, Puskesmas Bukit Hindu bersama Dinkes Kota Palangka Raya juga langsung melakukan edukasi kepada masyarakat serta Penyelidikan Epidemiologi (PE) di lokasi.

“Setelah memberikan edukasi dan pemeriksaan epidemiologi, pengasapan atau fogging juga kami lakukan sebagai langkah pengendalian vektor guna menekan potensi penyebaran penyakit di lingkungan tersebut,” terangnya.

Riduan mengingatkan masyarakat agar terus melakukan pencegahan dini melalui pola hidup bersih dan sehat serta penerapan gerakan 3M, yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

“Dengan langkah cepat maupun antisipasi tersebut, risiko penyebaran penyakit dan kemungkinan kondisi DBD yang lebih parah dapat dicegah sejak dini,” tutupnya.

Pos terkait