Kaltengpedia – Palangka Raya – Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery menilai kunjungan kerja dan studi banding dari berbagai daerah memberikan dampak positif terhadap perekonomian serta Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Palangka Raya.
Menurut Khemal, di tengah pengurangan transfer dana dari pemerintah pusat sekitar Rp253 miliar, pemerintah daerah perlu mencari sumber pendapatan lain yang dapat dimaksimalkan secara sah untuk menjaga stabilitas pembangunan dan pelayanan publik.
Ia mengatakan optimalisasi pajak dan retribusi daerah menjadi langkah strategis yang harus terus diperkuat. Karena itu, DPRD bersama pemerintah kota telah mengesahkan Peraturan Daerah tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah guna memperkuat penerimaan dari berbagai sektor usaha.
Khemal menyebut sektor rumah makan, hotel, restoran, hingga retribusi parkir masih memiliki potensi besar untuk mendukung PAD Kota Palangka Raya. Selain itu, aktivitas kunjungan kerja dari luar daerah juga dinilai memberi efek ekonomi yang signifikan bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal.
Menurutnya, hampir setiap hari terdapat rombongan tamu dari berbagai daerah di Kalimantan, Pulau Jawa hingga Sumatera yang datang ke DPRD Kota Palangka Raya untuk berdiskusi maupun melakukan studi banding terkait tata kelola pemerintahan daerah.
Kunjungan tersebut ikut menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, transportasi hingga UMKM lokal. Khemal memperkirakan apabila rata-rata tamu membelanjakan sekitar Rp2 juta selama berada di Palangka Raya, maka perputaran uang dalam setahun bisa mendekati Rp10 miliar dan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah. (Yd/Kalped)






















