Kaltengpedia – Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) terus mendorong peningkatan literasi digital di kalangan pelajar. Upaya tersebut diwujudkan melalui program Kominfo Goes To School yang kali ini menyasar siswa SMP Negeri 15 Palangka Raya di Kelurahan Marang dengan materi edukasi mengenai penggunaan media digital secara cerdas, bijak, dan anti disinformasi.
Kepala Diskominfo Kota Palangka Raya, Saipullah, mengatakan kemampuan mengenali informasi yang benar dan menangkal penyebaran disinformasi menjadi keterampilan yang sangat penting bagi generasi muda di era digital. Arus informasi yang begitu cepat melalui media sosial dan internet menuntut pelajar memiliki kemampuan berpikir kritis serta kecakapan dalam memverifikasi setiap informasi yang diterima.
Menurutnya, literasi digital tidak hanya membantu siswa membedakan fakta dan opini, tetapi juga mencegah mereka terlibat dalam penyebaran informasi palsu yang dapat menimbulkan dampak negatif di masyarakat. Selain itu, pemahaman yang baik terhadap ruang digital juga dapat melindungi pelajar dari berbagai ancaman seperti penipuan daring, pencurian data pribadi, hingga penyalahgunaan teknologi informasi.
Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Publik Diskominfo Palangka Raya, Hendra Surya, menambahkan bahwa perkembangan teknologi telah membawa banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Namun di sisi lain, berbagai risiko digital juga semakin kompleks sehingga perlu diantisipasi melalui edukasi yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, para siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga keamanan data pribadi, mengenali ancaman siber, serta menerapkan etika dalam bermedia sosial. Edukasi ini diharapkan mampu membentuk generasi muda yang lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi dan bertanggung jawab terhadap setiap informasi yang dibagikan.
Pemkot Palangka Raya menilai keberhasilan menciptakan ruang digital yang sehat tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Diperlukan dukungan seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda, agar mampu menjadi pengguna media digital yang cerdas, kritis, dan berperan aktif dalam memerangi penyebaran hoaks serta disinformasi.






















