Pemprov Kalteng Kerahkan 10.700 Personel Hadapi Ancaman Karhutla

Dok : MMC Kalteng

kaltengpedia.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memperkuat kesiapan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diperkirakan masih berpotensi meningkat. Sebanyak 10.700 personel gabungan disiapkan untuk mendukung penanganan karhutla di 14 kabupaten/kota.

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengatakan kesiapan personel menjadi salah satu langkah penting untuk mempercepat penanganan karhutla, terutama dalam melakukan pemadaman sejak dini.

Berdasarkan analisis kesiapan personel tahun 2026, kekuatan tersebut berasal dari unsur Pemerintah Provinsi, BPBD, Dinas Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), TNI, Polri, serta relawan.

Bacaan Lainnya

Dari total personel yang disiapkan, lebih dari 5.300 orang merupakan relawan masyarakat yang tergabung dalam berbagai organisasi, seperti Masyarakat Peduli Api (MPA), Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK), Balakar, dan Redkar.

Agustiar menilai keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat pemadaman dini sekaligus mempercepat respons ketika titik api ditemukan.

Penguatan penanganan tersebut juga didukung penetapan status Tanggap Darurat Bencana Karhutla di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 melalui Keputusan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 100.3.3.1/230/2026 tertanggal 31 Agustus 2026.

Keputusan tersebut menjadi landasan dalam pengerahan personel dan logistik, mempercepat administrasi dalam kondisi darurat, serta memperkuat koordinasi antara posko utama, unit taktis di lapangan, dan tim relawan.

Saat memimpin Apel Gelar Pasukan Penguatan Penanganan Karhutla di Halaman Istana Isen Mulang, Senin (31/8/2026), Agustiar meminta seluruh personel memperkuat koordinasi dan tetap berada dalam satu komando.

Ia menekankan kesiapan tidak hanya berkaitan dengan jumlah personel, tetapi juga pemahaman terhadap tugas, ketersediaan perlengkapan dan logistik, serta jaminan keselamatan petugas di lapangan.

“Pastikan personel kita siap dan memahami tugas, memiliki perlengkapan dan logistik yang memadai, serta dalam koordinasi yang jelas. Pastikan mereka semua terlindungi,” tegas Agustiar.

Ia meminta seluruh unsur penanganan, termasuk TNI, Polri, BNPB, BPBD, relawan, dan instansi terkait, bergerak secara terpadu untuk meminimalkan luasan lahan terbakar dan mencegah meluasnya dampak kabut asap.

Pemerintah juga mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan serta berperan aktif mencegah karhutla di lingkungan masing-masing.

Pos terkait