kaltengpedia.com – Seorang bocah berusia 11 tahun di wilayah Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya, meninggal dunia setelah sempat mengalami sesak napas di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Korban mulai mengalami sesak napas sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit pada Jumat (28/8/2026). Saat itu, kabut asap disebut tengah menyelimuti wilayah Puruk Cahu seiring terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Kondisi korban kemudian terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia pada Senin pagi (31/8/2026).
Dinas Kesehatan Murung Raya belum dapat memastikan apakah kematian korban berkaitan langsung dengan paparan kabut asap maupun penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Sebab, korban diketahui memiliki riwayat penyakit lain, termasuk gangguan pada ginjal.
Berdasarkan keterangan keluarga yang disampaikan warga sekitar, korban telah memiliki riwayat asma sejak berusia dua tahun. Kondisi tersebut disebut semakin memburuk ketika kabut asap mulai pekat menyelimuti wilayah Puruk Cahu.
Pihak keluarga sebelumnya telah merencanakan membawa korban ke rumah sakit di Banjarmasin untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Namun, rencana tersebut tidak sempat terlaksana karena korban lebih dahulu meninggal dunia.
Peristiwa ini terjadi di tengah kondisi karhutla dan kabut asap yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. Meski hubungan langsung antara kabut asap dan kematian korban belum dapat dipastikan, kondisi tersebut menunjukkan perlunya perhatian terhadap masyarakat yang memiliki riwayat gangguan pernapasan, terutama anak-anak, saat kualitas udara memburuk akibat kabut asap.





















