Dari Balik Layar Judol Kalteng, Benarkah Transaksi Capai Rp500 Juta Sehari?

Dok : Istimewa

kaltengpedia.com – Aktivitas judi online atau judol di Kalimantan Tengah kembali menjadi perhatian.

Seorang pria berinisial J, yang mengaku masih aktif sebagai admin judi online, mengungkap sejumlah informasi mengenai aktivitas administrasi dan transaksi yang menurut pengakuannya berlangsung di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.

Dalam wawancara eksklusif dengan wartawan pada Kamis, 20 Agustus 2026, J mengaku telah menjalankan pekerjaan sebagai admin judi online selama sekitar delapan tahun.

Bacaan Lainnya

Menurut J, dirinya berada di bagian administrasi transaksi. Tugasnya, antara lain, mengatur deposit ke akun pemain serta proses penarikan atau withdraw yang dilakukan secara otomatis.

“Kalau saya hanya bagian itu saja,” ujar J.

J mengaku aktivitas transaksi yang ditanganinya dapat mencapai nilai lebih dari Rp500 juta dalam sehari.

Namun, angka tersebut merupakan keterangan J berdasarkan data yang menurutnya berada dalam akses pekerjaannya dan belum diverifikasi secara independen oleh wartawan.

Dalam wawancara tersebut, J juga memperlihatkan sejumlah tampilan data kepada wartawan, termasuk dashboard yang disebut digunakan untuk memantau aktivitas administrasi dan transaksi.

J juga mengaku masih memiliki akses terhadap sekitar 10 akun atau situs yang menurutnya berkaitan dengan aktivitas administrasi judi online.

Salah satu situs bahkan diperlihatkan kepada wartawan sebagai bagian dari keterangannya.

Meski demikian, identitas situs, alamat tautan, nama pengguna, kode akses, maupun informasi lain yang dapat digunakan untuk mengakses atau mempromosikan perjudian tidak ditampilkan dalam pemberitaan ini.

Menurut J, aktivitas yang dikelolanya tidak hanya berkaitan dengan transaksi.

Ia juga mengaku terdapat pengaturan aktivitas pada media sosial, termasuk komentar yang muncul pada sejumlah akun.

J menyebut ketika terjadi spam comment atau serbuan komentar, aktivitas tersebut menurut pengakuannya juga dapat diatur oleh pihak yang terlibat.

Keterangan tersebut menggambarkan adanya dugaan pengelolaan aktivitas digital yang menurut J berjalan bersamaan dengan aktivitas administrasi transaksi.

J kemudian menyebut sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah yang menurut data yang dilihatnya sering muncul dalam aktivitas transaksi sepanjang 2026.

Delapan wilayah yang disebut yakni Barito Utara, Kapuas, Kotawaringin Timur, Palangka Raya, Seruyan, Gunung Mas, Kotawaringin Barat, dan Pulang Pisau.

“Pada dasarnya hampir semua daerah Kalteng. Namun delapan daerah ini yang tertinggi dalam 2026 melakukan transaksi, berdasarkan data yang saya lihat,” ungkap J.

Penyebutan delapan wilayah tersebut bukan berarti seluruh masyarakat atau warga di wilayah tersebut terlibat dalam judi online. Keterangan tersebut semata-mata merupakan klaim J berdasarkan data yang menurutnya ia lihat dalam pekerjaannya dan masih membutuhkan verifikasi lebih lanjut.

Di sisi lain, J yang mengaku masih aktif sebagai admin judi online justru menyampaikan peringatan kepada masyarakat.

Ia meminta masyarakat tidak mudah tergiur dengan aktivitas judi online maupun tawaran keuntungan yang beredar melalui ruang digital.

Menurut J, pengalaman berada di balik administrasi judi online membuat dirinya mengetahui risiko yang dapat ditimbulkan, terutama ketika seseorang mulai kehilangan kendali terhadap aktivitas perjudian.

“Saya masih menjadi admin sampai sekarang. Tapi saya memberikan keterangan ini bukan untuk mengajak orang bermain. Justru saya ingin mengingatkan, jangan terpancing main judol. Bahaya untuk kejiwaan. Jauhi judol,” tegas J.

Pengakuan tersebut membuka gambaran dari sisi seseorang yang mengaku masih berada di dalam aktivitas administrasi judi online.

Namun, seluruh informasi mengenai nilai transaksi, wilayah yang disebut memiliki aktivitas tinggi, jumlah akun, pengelolaan media sosial, serta mekanisme transaksi dalam berita ini merupakan keterangan dari sumber berinisial J dan materi yang menurutnya diperlihatkan kepada wartawan.

Keterangan tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan bahwa seluruh klaim tersebut telah terbukti secara hukum.

Redaksi juga tidak menampilkan identitas lengkap situs, tautan, maupun informasi akses untuk mencegah pemberitaan ini justru menjadi sarana promosi atau memfasilitasi aktivitas judi online.

Redaksi akan terus melakukan verifikasi dan membuka ruang konfirmasi kepada pihak berwenang maupun pihak terkait untuk memperoleh informasi yang lebih lengkap dan berimbang.

(Berita ini dapat diperbarui apabila terdapat hasil verifikasi, klarifikasi, atau keterangan resmi dari pihak terkait.)

Pos terkait