DPMD Barsel: Jangan Tunggu Api Membesar, Desa Harus Cegah Karhutla Sejak Awal

Dok : Antara Kalteng News

kaltengpedia.com – Buntok – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, meminta seluruh pemerintahan desa meningkatkan kewaspadaan dan aktif memantau wilayah masing-masing guna mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) meluas selama musim kemarau.

Kepala DPMD Barito Selatan, Akhmad Akmal Husein, mengatakan pemerintah desa memiliki posisi penting dalam upaya pencegahan Karhutla karena menjadi struktur pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat dan memahami kondisi wilayahnya.

Menurutnya, potensi kebakaran harus segera diantisipasi sejak muncul tanda-tanda awal. Api kecil yang tidak segera diketahui dan ditangani berpotensi berkembang menjadi kebakaran lebih besar hingga memicu kabut asap.

Bacaan Lainnya

“Perangkat desa merupakan pihak yang paling memahami kondisi geografis dan karakter masyarakat di wilayahnya. Karena itu, peran aktif aparat desa dalam melakukan pengawasan langsung dan edukasi berkelanjutan sangat krusial agar tidak ada warga yang membuka lahan dengan cara membakar,” kata Akmal di Buntok, Rabu.

DPMD Barsel menilai aparatur desa menjadi salah satu pihak terdepan dalam mendeteksi lebih awal keberadaan titik api maupun aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Pemantauan rutin dinilai penting, terutama di kawasan yang memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi saat cuaca panas dan kering.

Pemerintah desa juga diminta memperkuat koordinasi dengan masyarakat, relawan dan instansi terkait. Patroli secara berkala di wilayah rawan perlu dilakukan agar informasi mengenai titik api dapat segera diteruskan kepada pihak yang berwenang untuk ditangani.

Akmal menegaskan, langkah pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan melakukan penanggulangan ketika kebakaran sudah meluas. Keterlambatan penanganan Karhutla dapat membutuhkan sumber daya dan biaya besar serta berdampak terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi dan kualitas lingkungan.

Karena itu, DPMD Barsel mendorong pemerintah desa tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

“Penanganan Karhutla selalu menyita energi dan biaya yang besar jika baru dilakukan saat asap tebal sudah membumbung tinggi. Oleh karena itu, pendekatan preventif dari struktur pemerintahan desa menjadi salah satu pendukung utama dalam menjaga ekologis daerah tetap aman dari ancaman kebakaran sepanjang musim kemarau ini,” tegasnya.

Pos terkait