Di Bawah 50 Persen, Serapan MBG Kalteng Jadi Sorotan BGN

Dok : Ilustrasi

kaltengpedia.com – Palangka Raya – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalimantan Tengah terus menjadi perhatian pemerintah pusat dan daerah. Meski program tersebut telah berjalan di berbagai wilayah, tingkat serapan penerima manfaat di Kalimantan Tengah saat ini masih berada di bawah 50 persen dari target yang ditetapkan. Kondisi tersebut mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mengkaji penambahan kuota Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga maksimal enam unit pada setiap kabupaten dan kota guna memperluas jangkauan layanan.

Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menyampaikan bahwa Kalimantan Tengah memiliki karakteristik wilayah yang luas dengan sebaran penduduk yang tidak merata. Karena itu, diperlukan strategi khusus agar pelaksanaan Program MBG dapat menjangkau lebih banyak siswa dan kelompok sasaran secara efektif. Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah penambahan jumlah SPPG sebagai pusat penyediaan dan distribusi makanan bergizi di daerah.

Menurut BGN, keberadaan SPPG menjadi faktor penting dalam menentukan cakupan layanan Program MBG. Semakin banyak SPPG yang beroperasi dan memenuhi standar yang ditetapkan, semakin besar pula jumlah penerima manfaat yang dapat dijangkau. Namun demikian, penambahan kuota tetap akan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur, sumber daya manusia, serta kemampuan operasional di masing-masing daerah.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyatakan komitmennya untuk mendukung percepatan pelaksanaan Program MBG sebagai salah satu program prioritas nasional dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia. Sebelumnya, Pemprov Kalteng bersama BGN telah melakukan berbagai langkah koordinasi dan evaluasi guna memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai standar keamanan pangan, sanitasi, serta kualitas layanan yang telah ditetapkan.

Meski menghadapi sejumlah tantangan, termasuk kondisi geografis dan distribusi ke wilayah pedalaman, pemerintah optimistis target perluasan cakupan penerima manfaat dapat tercapai secara bertahap. Evaluasi berkala terhadap operasional SPPG juga terus dilakukan untuk memastikan kualitas layanan tetap terjaga dan mampu memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Program MBG sendiri diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah, tetapi juga memberikan dampak ekonomi melalui pemberdayaan pelaku usaha lokal, petani, nelayan, dan penyedia bahan pangan di daerah. Dengan perluasan cakupan layanan dan penambahan kapasitas SPPG, program ini diharapkan semakin berkontribusi dalam menciptakan generasi Kalimantan Tengah yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Ke depan, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BGN, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan implementasi Program MBG. Melalui penguatan infrastruktur layanan dan peningkatan serapan penerima manfaat, Kalimantan Tengah diharapkan mampu menjadi salah satu daerah yang sukses menjalankan program strategis nasional tersebut demi mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia. (Yd/Kalped)

Pos terkait