DP3APPKB Barito Selatan Perkuat Upaya Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Dok : Ilustrasi

Kaltengpedia – Barito Selatan – Pemerintah Kabupaten Barito Selatan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) menggelar sosialisasi pencegahan dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sebagai langkah memperkuat perlindungan bagi kelompok rentan di daerah tersebut.

Kegiatan yang berlangsung di Buntok itu dibuka oleh Ketua TP-PKK Barito Selatan, Permana Sari. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa perlindungan terhadap perempuan dan anak merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, keluarga, dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh adat, hingga pelaku usaha.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari kemajuan ekonomi maupun pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan daerah dalam menciptakan lingkungan yang aman serta menjamin terpenuhinya hak-hak perempuan dan anak. Ia menilai masih adanya kasus kekerasan, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), perkawinan usia anak, hingga anak yang berhadapan dengan hukum menjadi tantangan yang harus dihadapi secara bersama-sama.

Permana Sari menjelaskan bahwa berbagai bentuk kekerasan tersebut dapat menimbulkan dampak jangka panjang, baik terhadap kesehatan fisik maupun mental korban, menghambat akses pendidikan, meningkatkan risiko kemiskinan antargenerasi, serta memengaruhi kualitas sumber daya manusia di masa mendatang. Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan secara berkelanjutan melalui edukasi dan penguatan kesadaran masyarakat.

Sementara itu, Kepala DP3APPKB Barito Selatan, Nyimas Artini, mengatakan kegiatan sosialisasi menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperkuat langkah pencegahan melalui edukasi masyarakat, koordinasi lintas sektor, serta peningkatan layanan perlindungan bagi korban kekerasan.

Ia menambahkan, pemerintah daerah berencana memperluas pelaksanaan sosialisasi hingga menjangkau enam kecamatan di Kabupaten Barito Selatan. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perlindungan terhadap perempuan dan anak sekaligus membangun kepedulian bersama dalam mencegah berbagai bentuk kekerasan.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Barito Selatan berharap terbangun komitmen kolektif seluruh pemangku kepentingan untuk menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak, mencegah tindak pidana perdagangan orang, mengurangi praktik perkawinan anak, serta memastikan setiap anak memperoleh perlindungan dan pemenuhan hak secara optimal.

Pos terkait