Gubernur Kalteng Minta PLN Percepat Mitigasi Usai Palangka Raya Alami Gangguan Listrik Berkepanjangan

Dok : Ilustrasi

kaltengpedia.com – Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah meminta PT PLN (Persero) untuk memperkuat langkah mitigasi dan percepatan penanganan menyusul gangguan pasokan listrik yang menyebabkan pemadaman bergilir di Kota Palangka Raya dan sejumlah wilayah sekitarnya dalam kurun waktu sekitar dua pekan terakhir. Permintaan tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, sebagai bentuk perhatian terhadap dampak yang dirasakan masyarakat maupun pelaku usaha.

Gubernur menegaskan bahwa ketersediaan pasokan listrik merupakan kebutuhan dasar yang memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas masyarakat, pelayanan publik, dunia pendidikan, hingga roda perekonomian. Karena itu, ia meminta PLN melakukan langkah-langkah strategis agar gangguan serupa dapat diminimalkan dan tidak berlangsung dalam waktu yang berkepanjangan.

Menurut Agustiar, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memahami bahwa gangguan kelistrikan dapat dipengaruhi berbagai faktor teknis. Namun demikian, upaya mitigasi harus dilakukan secara cepat, terukur, dan disertai komunikasi yang baik kepada masyarakat sehingga informasi mengenai penyebab gangguan maupun estimasi waktu pemulihan dapat diterima secara jelas.

Selain percepatan pemulihan sistem, Gubernur juga berharap PLN melakukan evaluasi menyeluruh terhadap infrastruktur kelistrikan yang ada. Penguatan jaringan, peningkatan keandalan peralatan, serta penyediaan sistem cadangan dinilai menjadi bagian penting untuk menjaga stabilitas pasokan listrik, terutama di ibu kota provinsi yang menjadi pusat pemerintahan dan aktivitas ekonomi.

Gangguan listrik yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir diketahui berdampak terhadap berbagai aktivitas masyarakat. Sejumlah pelaku usaha mengalami hambatan operasional, sementara sebagian warga harus menyesuaikan aktivitas sehari-hari akibat pemadaman yang berlangsung secara bergilir. Kondisi tersebut turut memengaruhi pelayanan di sejumlah sektor yang bergantung pada pasokan listrik yang stabil.

Menanggapi kondisi tersebut, PLN menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi. Perusahaan menjelaskan bahwa gangguan disebabkan oleh kendala pada sistem kelistrikan dan petugas terus melakukan upaya perbaikan secara bertahap untuk mengembalikan keandalan jaringan. PLN juga menyatakan telah mengerahkan personel teknis guna mempercepat proses normalisasi serta melakukan penguatan pada sistem agar pasokan listrik kembali stabil.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyatakan akan terus berkoordinasi dengan PLN untuk memantau perkembangan penanganan gangguan tersebut. Sinergi antara pemerintah daerah dan penyedia layanan kelistrikan diharapkan dapat mempercepat pemulihan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dengan langkah mitigasi yang lebih komprehensif, pemerintah berharap keandalan sistem kelistrikan di Kalimantan Tengah semakin meningkat sehingga mampu mendukung aktivitas masyarakat, investasi, serta pembangunan daerah secara berkelanjutan. (Yd/Kalped)

Pos terkait