Guru Kotim Perkuat Kompetensi AI, Siapkan Pembelajaran Lebih Inovatif di Era Digital

Dok. Disdik Kalteng

kaltengpedia.com – Transformasi pendidikan berbasis teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) terus menjadi fokus pengembangan kualitas guru di Kabupaten Kotawaringin Timur. Melalui Diseminasi Diklat Peningkatan Kompetensi Guru Tahun 2026, para pendidik dibekali kemampuan memanfaatkan teknologi digital dan AI untuk menciptakan pembelajaran yang lebih efektif, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan abad ke-21.

Kegiatan yang digelar di Aula Hasupa Hapakat SMAN 3 Sampit, Jumat (5/6/2026), itu merupakan kolaborasi Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA/MA Kabupaten Kotawaringin Timur bersama delapan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) serta Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) se-Kotim. Ratusan guru SMA dan MA mengikuti pelatihan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kompetensi profesional di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Ketua MKKS SMA/MA Kabupaten Kotawaringin Timur, Kodarahim, menegaskan bahwa peningkatan kualitas guru harus dilakukan secara bersama-sama melalui organisasi profesi pendidikan. Menurutnya, MGMP dan MGBK bukan sekadar forum administratif, melainkan ruang kolaborasi untuk saling belajar, bertukar pengalaman, dan menghadirkan inovasi pembelajaran.

“Jaga semangat, perkuat kolaborasi. MGMP harus menjadi rumah kedua bagi para guru untuk saling mengingatkan, saling menguatkan, membuka pikiran, mencoba hal-hal baru, dan terus berkolaborasi demi kemajuan pendidikan,” ujarnya.

Ketua Panitia, Eka Bintarawati, menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan sebagai respons terhadap semakin besarnya kebutuhan guru untuk menguasai teknologi digital dan kecerdasan buatan. Guru, kata dia, kini dituntut tidak hanya memahami materi pelajaran, tetapi juga mampu mengintegrasikan teknologi, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan literasi digital dalam proses pembelajaran.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memperkuat literasi digital guru, meningkatkan kemampuan pemanfaatan Artificial Intelligence dalam pembelajaran, serta membangun budaya belajar yang inovatif dan kolaboratif di lingkungan SMA/MA Kabupaten Kotawaringin Timur,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemanfaatan teknologi kini telah menjangkau hampir seluruh aspek pekerjaan guru, mulai dari penyusunan modul ajar, pengembangan media pembelajaran, penyusunan asesmen, hingga pengelolaan interaksi akademik dengan peserta didik. Karena itu, peningkatan kompetensi digital menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.

Senada dengan itu, Ketua MGMP Geografi SMA/MA Kotim, Muhamad Isa, menilai guru harus menjadi pembelajar sepanjang hayat agar mampu mengikuti perubahan dunia pendidikan yang berlangsung sangat cepat. Menurutnya, pendidikan modern tidak lagi hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga membangun kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan karakter peserta didik.

Sebagai bagian dari penguatan kapasitas tersebut, panitia menghadirkan sejumlah narasumber yang membagikan praktik baik pembelajaran berbasis teknologi. Salah satunya Hadi Kurniawan, yang memaparkan berbagai penerapan AI dalam dunia pendidikan, mulai dari penyusunan modul ajar, pembuatan media pembelajaran interaktif, penyusunan asesmen, hingga teknik prompt engineering untuk menghasilkan perangkat pembelajaran yang lebih efektif.

Dalam sesi praktik, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai platform AI seperti Gemini, Gamma, Claude, dan NotebookLM yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas guru dalam merancang materi pembelajaran.

Meski demikian, Hadi menegaskan bahwa kehadiran AI tidak dimaksudkan untuk menggantikan guru. Teknologi hanyalah alat bantu, sedangkan peran utama guru tetap tidak tergantikan dalam membangun karakter, menanamkan nilai-nilai, serta menciptakan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik.

“Kecerdasan buatan dapat membantu guru bekerja lebih efektif dan kreatif. Namun inti pendidikan tetap berada pada sentuhan manusia, yaitu guru yang mampu membimbing, menginspirasi, dan membentuk karakter peserta didik,” tegasnya.

Pos terkait