Jelang Iduladha, Barantin Kalteng Pastikan Hewan Kurban Sehat dan Aman

Dok - Istimewa

Kaltengpedia – Palangka Raya – Jelang Iduladha 1447 H, Badan Karantina Indonesia (Barantin) Kalimantan Tengah bersama peternak lokal terus bersinergi memastikan setiap sapi yang masuk ke wilayah Kalteng bebas dari penyakit, khususnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalimantan Tengah, Sondang Situros mengatakan dalam dua bulan terakhir tercatat sekitar 962 ekor sapi telah masuk ke Kalimantan Tengah. Pasokan tersebut berasal dari sejumlah wilayah zona hijau, seperti Nusa Tenggara Timur, Bali, dan Jawa Timur.

“Hingga dua bulan terakhir, tercatat sekitar 962 ekor sapi telah masuk ke Kalimantan Tengah. Pasokan ini berasal dari wilayah zona hijau seperti NTT, Bali, dan Jawa Timur,” ujar Sondang saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (11/5/2026).

Ia menjelaskan, Barantin menerapkan standar operasional prosedur (SOP) secara ketat sesuai SK Deputi Karantina Hewan Nomor 17 Tahun 2026. Setiap hewan ternak yang masuk wajib dilengkapi dokumen kesehatan dari daerah asal.

“Kami menerjunkan tim dokter hewan untuk melakukan pemeriksaan klinis dan pemeriksaan dokumen secara menyeluruh. Sejauh ini, seluruh sapi yang masuk dinyatakan sehat dan bebas gejala PMK, sehingga kami menerbitkan sertifikat pembebasan agar sapi-sapi tersebut siap didistribusikan sebagai hewan kurban,” jelasnya.

Ketatnya pengawasan tersebut turut memberikan kepastian bagi pedagang dan peternak sapi di Kalimantan Tengah. Salah satunya H. Sutikno, peternak sapi di Palangka Raya, yang mengaku terbantu dengan prosedur karantina yang transparan dan profesional.

“Alhamdulillah, tahun ini prosesnya lancar. Sapi-sapi kami yang datang dari Jawa, Kupang, Bima, dan Sulawesi semuanya masuk melalui jalur karantina terlebih dahulu. Kalau belum sehat, tidak boleh masuk. Jadi kami sebagai pedagang merasa tenang, pembeli pun nyaman,” tuturnya.

Meski menghadapi biaya operasional yang dinamis, Sutikno menyebut antusiasme masyarakat untuk membeli hewan kurban tahun ini cukup tinggi. Dari stok yang ia datangkan, sebanyak 106 ekor sapi miliknya telah habis dipesan pelanggan.

“Tahun ini peminatnya luar biasa, rata-rata sudah pesanan orang. Kami fokus menjaga kualitas dan kesehatan sapi. Kalau ada yang terlihat kurang fit, langsung kami beri vitamin agar tetap prima sampai hari penyembelihan nanti,” terangnya.

Kelancaran distribusi dan jaminan kesehatan hewan kurban ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi umat Muslim yang akan melaksanakan ibadah kurban, sekaligus mendukung stabilitas ekonomi sektor peternakan di Kalimantan Tengah.

Pos terkait