kaltengpedia.com – Palangka Raya – Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) para Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Tengah menunjukkan variasi nilai kekayaan yang cukup beragam. Berdasarkan data LHKPN yang telah diumumkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), total harta kekayaan 14 Pj. Sekda berkisar antara Rp467 juta hingga Rp12,75 miliar.
Peringkat pertama ditempati Christian Rain dari Kabupaten Katingan dengan total harta kekayaan Rp12.757.879.487, disusul Usis I. Sangkai dari Kabupaten Kapuas sebesar Rp11.887.857.132. Posisi ketiga ditempati Muhamad Irwansyah dari Kabupaten Lamandau dengan total kekayaan Rp5.926.866.702.
Sementara itu, posisi terbawah ditempati Sarwo Mintarjo dari Kabupaten Murung Raya dengan total harta kekayaan Rp467.000.000. Selisih antara peringkat pertama dan terakhir mencapai sekitar Rp12,29 miliar.
Berikut daftar lengkap peringkat harta kekayaan Pj. Sekretaris Daerah kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Tengah berdasarkan data LHKPN.
| Peringkat | Nama Pj. Sekda | Kabupaten/Kota | Total Harta Kekayaan |
|---|---|---|---|
| 1 | Christian Rain | Katingan | Rp12.757.879.487 |
| 2 | Usis I. Sangkai | Kapuas | Rp11.887.857.132 |
| 3 | Muhamad Irwansyah | Lamandau | Rp5.926.866.702 |
| 4 | Ita Minarni | Barito Selatan | Rp4.381.000.000 |
| 5 | Tony Harisinta | Pulang Pisau | Rp3.897.011.401 |
| 6 | Misnohartaku | Barito Timur | Rp3.611.350.103 |
| 7 | Richard | Gunung Mas | Rp2.394.000.000 |
| 8 | Masri | Kotawaringin Timur | Rp2.352.670.012 |
| 9 | Bahrun Abbas | Seruyan | Rp2.280.679.549 |
| 10 | Sunardi | Sukamara | Rp1.630.290.080 |
| 11 | Arbert Tombak | Kota Palangka Raya | Rp1.591.147.250 |
| 12 | Muhlis | Barito Utara | Rp1.183.483.900 |
| 13 | Rody Iskandar | Kotawaringin Barat | Rp709.535.886 |
| 14 | Sarwo Mintarjo | Murung Raya | Rp467.000.000 |
LHKPN merupakan instrumen transparansi yang wajib dipenuhi oleh setiap penyelenggara negara sebagai bentuk akuntabilitas kepada publik. Besaran harta yang dilaporkan merupakan informasi administratif yang diumumkan KPK dan tidak dapat dijadikan indikator adanya pelanggaran hukum maupun ukuran kinerja seorang pejabat. Melalui keterbukaan informasi tersebut, masyarakat dapat turut mengawasi penyelenggaraan pemerintahan sekaligus mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.





















