kaltengpedia.com – Kota Palangka Raya dan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) merupakan dua daerah strategis yang berperan penting dalam pembangunan Kalimantan Tengah. Sebagai ibu kota provinsi, Palangka Raya menjadi pusat pemerintahan, pendidikan, dan jasa, sedangkan Kotawaringin Timur berkembang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berbasis perkebunan, perdagangan, industri pengolahan, dan logistik. Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) serta dokumen perencanaan pembangunan daerah periode 2025–2026, kedua daerah memiliki keunggulan pada indikator pembangunan yang berbeda.
Berdasarkan hasil vote di Instagram Kaltengpedia tingkat dukungan atau elektabilitas berbasis persepsi publik terhadap pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin–Achmad Zaini, berada pada angka 59 persen. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan kepala daerah lain yang ditampilkan dalam polling, menunjukkan mayoritas responden memberikan penilaian positif terhadap kepemimpinan keduanya. Di sisi lain, sebanyak 31 persen responden menyatakan tidak puas dan 10 persen sangat tidak puas.
Sementara itu, pasangan Bupati dan Wakil Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor–Irawati, memperoleh tingkat dukungan sebesar 19 persen dalam polling yang sama. Sebaliknya, penilaian negatif mendominasi dengan rincian 45 persen responden menyatakan tidak puas dan 36 persen sangat tidak puas.
Dari sisi pertumbuhan ekonomi, Kabupaten Kotawaringin Timur masih menunjukkan performa yang lebih baik. Pertumbuhan ekonomi daerah diperkirakan mencapai sekitar 6,2 persen, lebih tinggi dibanding Kota Palangka Raya yang berada di kisaran 5,9 persen. Capaian tersebut didukung oleh besarnya Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kotawaringin Timur yang merupakan salah satu terbesar di Kalimantan Tengah. Aktivitas ekonomi daerah ditopang sektor perkebunan kelapa sawit, industri pengolahan, perdagangan, jasa, serta distribusi barang melalui Pelabuhan Sampit. Sementara itu, struktur ekonomi Kota Palangka Raya lebih didominasi sektor jasa pemerintahan, perdagangan, pendidikan, kesehatan, dan konstruksi.
Di bawah kepemimpinan Wali Kota Fairid Naparin, Pemerintah Kota Palangka Raya terus memperkuat pembangunan perkotaan melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, digitalisasi pemerintahan, pembangunan infrastruktur dasar, penataan kawasan permukiman, serta pengembangan ekonomi kreatif. Pemerintah kota juga mendorong peningkatan investasi dan penciptaan iklim usaha guna memperluas aktivitas ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Bupati Halikinnor memfokuskan pembangunan Kabupaten Kotawaringin Timur pada penguatan sektor unggulan daerah, peningkatan konektivitas antarwilayah, pembangunan infrastruktur dasar, pengembangan pertanian dan perkebunan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pemerintah daerah juga terus mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pedesaan melalui pembangunan jalan dan peningkatan akses pelayanan dasar.
Pada indikator tingkat kemiskinan, Kota Palangka Raya mencatat capaian yang lebih baik. Persentase penduduk miskin berada di kisaran 3,3 persen, menjadikannya salah satu daerah dengan angka kemiskinan terendah di Kalimantan Tengah. Sebaliknya, Kabupaten Kotawaringin Timur masih berada di kisaran 5,3 persen, meskipun dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren penurunan melalui berbagai program perlindungan sosial, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan ekonomi lokal.
Di bidang ketenagakerjaan, Kabupaten Kotawaringin Timur mencatat kondisi yang sedikit lebih baik. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada di kisaran 4,9 hingga 5,0 persen, lebih rendah dibanding Kota Palangka Raya yang mencapai sekitar 5,6 persen. Tingginya angka pengangguran di Palangka Raya dipengaruhi karakter kota sebagai pusat pemerintahan dan tujuan urbanisasi, sehingga jumlah pencari kerja terus bertambah setiap tahun.
Sektor infrastruktur menjadi perhatian kedua pemerintah daerah. Pemerintah Kota Palangka Raya memprioritaskan peningkatan kualitas jalan perkotaan, pembangunan drainase, penataan kawasan permukiman, serta penanganan titik-titik rawan banjir. Berbagai program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur lebih memfokuskan pembangunan jalan kabupaten, jalan produksi menuju sentra perkebunan, serta peningkatan konektivitas antarkecamatan dan desa. Infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dalam memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan sekaligus membuka akses ekonomi masyarakat di wilayah pedalaman.
Melihat karakter pembangunan kedua daerah, sulit menyatakan salah satu lebih unggul secara mutlak dalam pembangunan jalan. Palangka Raya memiliki keunggulan pada kualitas infrastruktur perkotaan, jalan lingkungan, dan sistem drainase, sedangkan Kotawaringin Timur lebih menonjol dalam pembangunan jaringan jalan kabupaten, jalan produksi, dan konektivitas antarwilayah yang mendukung aktivitas ekonomi daerah.
Secara keseluruhan, berdasarkan indikator pembangunan resmi periode 2025–2026, Kabupaten Kotawaringin Timur unggul pada aspek pertumbuhan ekonomi dan tingkat pengangguran, sedangkan Kota Palangka Raya menunjukkan capaian lebih baik dalam pengentasan kemiskinan. Pada sektor infrastruktur jalan, kedua daerah memiliki keunggulan sesuai karakteristik wilayah dan arah pembangunan masing-masing, sehingga keduanya sama-sama berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pembangunan di Kalimantan Tengah.





















