Kaltengpedia.com – Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah menyiapkan terobosan baru untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan meski sejumlah sekolah masih menghadapi keterbatasan tenaga pendidik. Melalui skema Guru Digital Antar Sekolah, guru dari satu sekolah nantinya dapat mengajar siswa di sekolah lain secara daring tanpa harus berpindah lokasi.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, mengatakan inovasi tersebut dirancang untuk mengatasi persoalan jam pelajaran kosong yang masih terjadi akibat distribusi guru yang belum merata di berbagai daerah.
Menurutnya, perkembangan teknologi memungkinkan pembelajaran dilakukan secara lintas sekolah dengan tetap menjaga kualitas materi yang diterima peserta didik. Guru yang memiliki kompetensi pada mata pelajaran tertentu dapat mengajar beberapa sekolah sekaligus melalui sistem digital yang telah dipersiapkan.
Skema ini juga menjadi solusi bagi sekolah-sekolah di wilayah terpencil yang mengalami kekurangan guru mata pelajaran tertentu. Dengan dukungan perangkat pembelajaran digital dan jaringan internet yang terus diperkuat, siswa tetap dapat memperoleh hak belajar secara optimal tanpa harus menunggu penempatan guru baru.
Program tersebut merupakan bagian dari transformasi pendidikan berbasis digital yang terus dikembangkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Selain memperluas akses pembelajaran, sistem ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya guru yang selama ini lebih banyak terkonsentrasi di wilayah perkotaan.
Reza menegaskan bahwa teknologi bukan untuk menggantikan peran guru di kelas, melainkan menjadi sarana memperluas jangkauan layanan pendidikan. Melalui pembelajaran digital antar sekolah, proses belajar dapat berlangsung lebih fleksibel sekaligus memastikan tidak ada peserta didik yang kehilangan kesempatan belajar karena keterbatasan tenaga pengajar.
Ke depan, Disdik Kalteng akan terus menyempurnakan ekosistem pembelajaran digital, mulai dari penyediaan infrastruktur, peningkatan kompetensi guru, hingga pengembangan sistem yang menghubungkan sekolah-sekolah di seluruh Kalimantan Tengah. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pendidikan yang lebih merata, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu menjawab tantangan pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah.





















