kaltengpedia.com – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kalimantan Tengah yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2025, dinamika internal organisasi pengusaha muda ini mulai memanas. Sejak dilantik pada tahun 2022 di Swiss-Belhotel Danum Palangka Raya, kepemimpinan HIPMI Kalteng berada di tangan Deden Wigusto, dengan dukungan tiga Wakil Ketua Umum: Rusdi, Rio Kriswana, dan Rizky Aditya Putra.
Kepengurusan ini berjalan berdasarkan Surat Keputusan BPP HIPMI Nomor: 099/Kep/Sek/BPP/III/22 tanggal 6 Maret 2022. Seiring akan berakhirnya masa jabatan, pertanyaan besar pun muncul: siapa sosok yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan HIPMI Kalteng?
Hasil pemantauan Litbang Kaltengpedia mencatat setidaknya enam nama pengusaha muda potensial yang digadang-gadang bakal maju sebagai kandidat kuat Ketua HIPMI Kalteng periode berikutnya. Berikut ini ulasan dan peluang dari masing-masing tokoh:
1. Wengga Febri Dwi
Anggota DPRD Kalimantan Tengah – Fraksi Gerindra
Wengga merupakan satu-satunya kandidat berlatar belakang legislatif. Ia dikenal aktif mendorong kebijakan pendidikan bagi masyarakat pedesaan dan pengembangan ekonomi kreatif lokal.
Peluang:
-
Kuat dalam advokasi kebijakan dan anggaran karena jabatannya sebagai anggota DPRD.
-
Didukung oleh basis politik dan pemuda desa yang menginginkan HIPMI lebih menyentuh akar rumput.
-
Namun, tantangan utamanya adalah persepsi politisasi organisasi, sebab HIPMI secara historis dijaga agar tetap independen dari kepentingan politik praktis.
2. Bintang Agustiar Sabran
Pengusaha muda, adik dari Ketua HIPMI Kalteng saat ini
Bintang dikenal sebagai figur muda yang enerjik dan inovatif, serta memiliki jejaring bisnis dan sosial yang luas. Ia juga merupakan adik kandung dari Ketua HIPMI Kalteng periode 2022-2025, Deden Wigusto.
Peluang:
-
Didukung kekuatan internal HIPMI saat ini yang menginginkan kesinambungan program.
-
Potensi dukungan kuat dari kalangan usaha muda yang sudah terintegrasi dengan kepengurusan sebelumnya.
-
Namun, dinamika “dinasti organisasi” bisa menjadi isu, terutama jika tidak dibarengi dengan terobosan yang segar.
3. Muhammad Alfian Mawardi
Ketua DPD KNPI Kalimantan Tengah
Alfian adalah tokoh muda yang aktif di berbagai forum kepemudaan dan wirausaha. Ia dikenal memiliki semangat kolaboratif dan kemampuan mobilisasi massa muda.
Peluang:
-
Memiliki akses ke komunitas pemuda dan aktivis, yang bisa menjadi ceruk pemilih potensial di Musda.
-
Punya rekam jejak cukup baik dalam organisasi KNPI dan jaringan ke pemuda lintas kabupaten/kota.
-
Tantangannya adalah memperkuat citra sebagai pelaku usaha murni, bukan sekadar aktivis organisasi.
4. Zainal Mutaqin
Pengusaha aktif di berbagai jaringan kewirausahaan dan organisasi pemuda
Zainal adalah wajah representatif dari pengusaha muda yang tumbuh secara mandiri dan aktif membina wirausaha baru di tingkat lokal.
Peluang:
-
Figur grassroots yang disukai oleh pengusaha pemula dan pelaku UMKM.
-
Memiliki pendekatan kolaboratif lintas sektor yang cocok dengan semangat HIPMI.
-
Namun, minimnya jabatan formal bisa menjadi hambatan untuk mendapatkan dukungan struktural dari pengurus lama.
5. Ahmad Rusdi
Mantan Wakil Ketua Umum I HIPMI Kalteng
Salah satu figur paling berpengalaman di antara para kandidat. Rusdi dikenal sebagai organisatoris tulen dan memiliki jejaring luas hingga ke tingkat pusat HIPMI.
Peluang:
-
Pengalaman panjang dan kedekatan dengan struktur HIPMI nasional menjadi modal penting.
-
Mendapat dukungan dari pengurus lama yang ingin kesinambungan program dan manajemen organisasi tetap terjaga.
-
Tantangannya adalah isu regenerasi dan keinginan munculnya figur baru di HIPMI Kalteng.
6. Axcel Narang
Pengusaha muda di sektor konstruksi dan properti
Axcel merupakan representasi generasi muda HIPMI yang profesional dan aktif di sektor strategis. Ia juga terlibat dalam berbagai komunitas pengusaha dan forum startup.
Peluang:
-
Menjadi jembatan antara generasi lama dan baru karena pendekatannya yang profesional dan modern.
-
Dipandang segar dan bebas dari tarik menarik kepentingan kelompok lama.
-
Tantangannya adalah minim pengalaman struktural di HIPMI, yang bisa menjadi faktor pertimbangan pengurus suara.
Musda HIPMI Kalteng 2025 akan menjadi momentum penting: apakah HIPMI akan melanjutkan pola kepemimpinan lama atau beralih ke arah kolaborasi lintas generasi dan sektor?
Jika Bintang Agustiar atau Ahmad Rusdi terpilih, maka arah HIPMI diprediksi cenderung berlanjut pada pola dan jaringan yang sudah terbangun selama ini.
Sementara itu, kandidat seperti Wengga Febri, Alfian Mawardi, Zainal Mutaqin, dan Axel Narang lebih mencerminkan semangat transformasi dan pembaruan organisasi melalui kolaborasi lintas sektor, keterbukaan, dan adaptasi terhadap dunia usaha digital.
HIPMI Kalteng kini berada di antara dua poros: keberlanjutan yang stabil atau kolaborasi yang progresif. Figur Ketua Umum terpilih akan menentukan arah organisasi tiga tahun ke depan apakah fokus pada penguatan jejaring lama atau menciptakan terobosan baru yang menyentuh pengusaha muda di seluruh Kalimantan Tengah.






















