Kalteng Selangkah Lebih Maju, Program Multibahasa Sudah Berjalan Sebelum Instruksi Presiden

Dok : Antara Kalteng News

Kaltengpedia – Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) melalui Dinas Pendidikan terus memperkuat kualitas pendidikan dengan menghadirkan program pembelajaran multibahasa bagi peserta didik SMA dan SMK. Program yang telah berjalan sejak tahun 2025 tersebut dinilai sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, terkait penguatan penguasaan bahasa asing di lingkungan pendidikan nasional.

Program pembelajaran bahasa asing virtual yang diterapkan Pemprov Kalteng memungkinkan siswa dari berbagai kabupaten dan kota, termasuk wilayah pedalaman, memperoleh akses yang sama terhadap pendidikan bahasa asing. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerataan kualitas pendidikan sekaligus mempersiapkan generasi muda agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah Muhammad Reza Prabowo menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital menjadi solusi untuk menjangkau sekolah-sekolah yang masih memiliki keterbatasan tenaga pengajar bahasa asing. Melalui sistem pembelajaran virtual, siswa dapat mengikuti kelas secara rutin tanpa terkendala jarak dan kondisi geografis wilayah Kalimantan Tengah yang sangat luas.

Sejak diluncurkan pada Oktober 2025, program tersebut telah memberikan pembelajaran berbagai bahasa asing, seperti Bahasa Inggris, Jepang, Jerman, Arab, dan Prancis. Seiring tingginya minat peserta didik, pada tahun 2026 Dinas Pendidikan Kalteng menambah Bahasa Korea dan Mandarin ke dalam daftar pembelajaran. Dengan demikian, siswa kini memiliki lebih banyak pilihan untuk meningkatkan kompetensi global mereka.

Kebijakan ini sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang mendorong penguatan pembelajaran bahasa asing, termasuk Bahasa Prancis, sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing generasi muda Indonesia di tengah dinamika global. Arahan tersebut disampaikan Presiden saat melakukan pertemuan kenegaraan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris.

Pemprov Kalteng menilai penguasaan berbagai bahasa asing bukan hanya kemampuan komunikasi, tetapi juga investasi sumber daya manusia jangka panjang. Kemampuan multibahasa diyakini dapat membuka peluang lebih luas bagi peserta didik untuk melanjutkan pendidikan, membangun jejaring internasional, serta memasuki dunia kerja global.

Program multibahasa ini juga mempertegas komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Selain fokus pada pembangunan sarana dan prasarana pendidikan, pemerintah daerah turut menyiapkan generasi muda yang memiliki wawasan internasional dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Dengan keberlanjutan program tersebut, Kalimantan Tengah menjadi salah satu daerah yang menunjukkan langkah progresif dalam transformasi pendidikan berbasis teknologi dan penguatan kompetensi global, sekaligus mendukung visi pembangunan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045. (Yd/Kalped)

Pos terkait