Seruyan Teguhkan Komitmen Jaga Habitat Penyu, Desa Sungai Bakau Menuju Destinasi Ekowisata Unggulan

Dok : Istimewa

kaltengpedia.com – Seruyan – Pemerintah Kabupaten Seruyan bersama berbagai pemangku kepentingan terus memperkuat komitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir sekaligus mendorong pengembangan ekonomi masyarakat melalui konsep ekowisata berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi lintas sektor yang mengintegrasikan peran pemerintah daerah, komunitas konservasi, kelompok masyarakat, serta sektor swasta dalam menjaga habitat penyu di kawasan pesisir Desa Sungai Bakau.

Langkah strategis tersebut ditandai dengan penyelenggaraan serangkaian kegiatan konservasi yang digelar pada Sabtu (27/6/2026) oleh organisasi konservasi independen PROJECT RUANG bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Seribu Cemara. Kegiatan tersebut meliputi peresmian fasilitas PSA, pelepasliaran tukik ke habitat alaminya, serta penandatanganan Deklarasi Bersama “Komitmen Menjaga Habitat Penyu di Pesisir Kabupaten Seruyan.”

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi tonggak penting dalam penguatan upaya konservasi kawasan pesisir sekaligus menandai dimulainya pengembangan ekowisata berbasis masyarakat di Desa Sungai Bakau. Melalui pendekatan tersebut, pelestarian lingkungan diharapkan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata yang bertanggung jawab.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Seruyan. Hadir dalam kesempatan itu Bupati dan Wakil Bupati Seruyan, Kepala Balai Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kabupaten Seruyan, serta sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Seruyan.

Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pelestarian ekosistem pesisir sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan. Konservasi habitat penyu dinilai tidak hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga berpotensi menjadi daya tarik wisata yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Selain dukungan pemerintah, pengembangan ekowisata di Desa Sungai Bakau juga memperoleh partisipasi aktif dari sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan. Sejumlah perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Seruyan, di antaranya PT Rimbun Seruyan, PT Kalamanthana Alam Lestari, dan PT Sumur Pandanwangi Kartika, turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan konservasi tersebut.

Sinergi tersebut semakin diperkuat dengan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk komunitas Gawi Bapakat, para pelajar, relawan, hingga warga sekitar yang bersama-sama berpartisipasi dalam kegiatan pelestarian kawasan pesisir. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga kelestarian habitat penyu sebagai bagian dari kekayaan hayati Kalimantan.

Suasana kegiatan juga semakin semarak dengan penampilan seni budaya daerah yang dibawakan Sanggar Tari Hapakat Penyang sebagai pembuka acara. Penampilan tersebut menjadi simbol harmonisasi antara pelestarian budaya lokal dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Setelah rangkaian acara resmi selesai, peserta juga diajak menikmati keindahan kawasan pesisir Desa Sungai Bakau yang memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata bahari.

Pemerintah Kabupaten Seruyan berharap kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan komunitas lokal dapat terus diperkuat sehingga Desa Sungai Bakau berkembang menjadi kawasan percontohan ekowisata berbasis konservasi di Kalimantan Tengah. Melalui pengelolaan yang berkelanjutan, kawasan tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat ekologis, sosial, maupun ekonomi bagi masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian habitat penyu dan ekosistem pesisir untuk generasi mendatang. (Yd/Kalped)

Pos terkait