Kadishut Kalteng Bongkar Bara Tersembunyi, Karhutla Palangka Raya Belum Tuntas

Dok : Antara Kalteng News

kaltengpedia.com – Palangka Raya – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya terus diperkuat Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Kalteng Agustan Saining turun langsung memantau penanganan karhutla di kawasan Jalan Slamet, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya.

Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pemadaman berjalan optimal, terutama pada kawasan yang memiliki karakteristik lahan gambut. Kondisi gambut membuat penanganan kebakaran membutuhkan perhatian khusus karena bara api dapat bertahan dan menjalar di bawah permukaan tanah.

Agustan mengatakan api yang terlihat di permukaan belum selalu menunjukkan bahwa kebakaran telah sepenuhnya terkendali. Pendinginan harus dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan bara di dalam lapisan gambut benar-benar padam.

Bacaan Lainnya

“Karakteristik lahan gambut membuat penanganan karhutla membutuhkan perhatian khusus,” jelas Agustan.

Di lokasi Jalan Slamet, api di permukaan lahan memang sudah tidak terlihat. Namun, sejumlah titik masih mengeluarkan asap. Kondisi tersebut menjadi indikasi adanya bara yang masih bertahan di dalam lapisan gambut dan berpotensi kembali memicu kebakaran apabila tidak segera ditangani.

“Di sekitarnya memang apinya sudah tidak ada, tapi kalau kita melihat, di dalamnya masih banyak yang berasap,” kata Agustan saat berada di lokasi.

Untuk memastikan tidak ada bara yang terlewat, personel Dishut Kalteng dibagi menjadi beberapa tim. Mereka melakukan penyisiran terhadap titik-titik yang masih mengeluarkan asap sekaligus melakukan pendinginan pada area yang berpotensi kembali terbakar.

Agustan memastikan pengendalian karhutla terus dilakukan secara intensif oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Penanganan diarahkan pada kecepatan respons, mencegah penjalaran api serta memastikan area terdampak benar-benar aman.

Ia juga mengingatkan seluruh personel agar mengutamakan keselamatan selama menjalankan tugas. Koordinasi antarpihak di lapangan harus terus diperkuat untuk memastikan setiap perkembangan dapat segera ditindaklanjuti.

“Laporan mengenai perkembangan situasi harus terus diperbarui agar setiap potensi api dapat segera ditindaklanjuti,” ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran terus memberikan arahan agar penanganan karhutla dilakukan secara cepat dan terpadu. Penanganan diminta tidak menunggu api meluas sebelum dilakukan tindakan.

Seluruh unsur yang terlibat juga diminta memaksimalkan sumber daya yang tersedia dan meningkatkan pemantauan secara berkelanjutan, khususnya pada kawasan gambut yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla di lahan gambut tidak berhenti ketika api di permukaan berhasil dipadamkan. Penyisiran dan pendinginan menjadi bagian penting untuk memastikan bara tersembunyi tidak kembali memicu kebakaran.

Pos terkait