Gubernur Cup Usai, Kini Tantangannya Lahirkan Pemain Kalteng Berkelas Nasional

Dok : Istimewa

kaltengpedia.com – Palangka Raya – Turnamen sepak bola Gubernur Cup Road to Pangdam XXII/Tambun Bungai Cup Tahun 2026 resmi berakhir. Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menutup langsung ajang tersebut di Stadion Sanaman Mantikei, Palangka Raya, Sabtu (8/8/2026).

Penutupan turnamen menjadi penanda berakhirnya kompetisi yang mempertemukan sejumlah tim sepak bola dari Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Pada laga final, Kabupaten Banjar Martapura berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan Huma Betang FC dengan skor tipis 1-0.

Huma Betang FC harus puas menempati posisi kedua. Sementara PS Tabalong meraih Juara III dan PS Lamandau menempati posisi keempat.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Agustiar Sabran menyampaikan apresiasi kepada Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, jajaran panitia, perangkat pertandingan, serta seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan turnamen.

Ia berharap semangat sportivitas dan persaudaraan yang tumbuh selama kompetisi tidak berhenti setelah turnamen berakhir. Menurutnya, kompetisi sepak bola harus menjadi ruang untuk memperkuat persatuan sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan atlet.

“Pertandingan yang kita saksikan menunjukkan bahwa kompetisi dapat berlangsung dengan semangat sportivitas dan tetap menjunjung persaudaraan. Inilah nilai yang harus terus kita jaga dalam setiap kompetisi sepak bola,” ujar Agustiar.

Gubernur juga mengucapkan selamat kepada seluruh tim yang berhasil meraih prestasi. Ia meminta pencapaian tersebut dijadikan motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan menjaga disiplin dalam berlatih.

Agustiar berharap para pemain yang tampil dalam turnamen tersebut dapat terus berkembang dan memiliki kesempatan membawa nama Kalimantan Tengah ke level yang lebih tinggi, baik nasional maupun internasional.

Sementara itu, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin menilai turnamen tersebut menjadi wadah penting untuk melihat dan mengembangkan potensi pesepak bola muda dari Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

Menurutnya, penyelenggaraan perdana tersebut masih memiliki sejumlah hal yang perlu dievaluasi. Meski demikian, ia melihat potensi individu para pemain cukup menjanjikan.

“Yang masih perlu ditingkatkan adalah pengalaman dan jam terbang melalui kompetisi yang berkelanjutan. Semakin banyak pertandingan, para pemain akan lebih terbiasa menghadapi tekanan dan situasi pertandingan sehingga kemampuan mereka dapat berkembang secara optimal,” katanya.

Zainul menegaskan kompetisi antardaerah perlu terus digelar sebagai bagian dari proses pembinaan pemain. Dukungan pemerintah daerah terhadap turnamen sepak bola dinilai penting agar para pemain muda memiliki ruang kompetisi dan pengalaman bertanding yang lebih luas.

Penutupan turnamen tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Kalimantan Tengah, Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini, Ketua Umum KONI Kalteng Rahmat Hidayat, Plt Ketua Asprov PSSI Kalteng Eko Setyawan, serta kepala perangkat daerah terkait.

Pos terkait