kaltengpedia.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyalurkan sebanyak 233.250 liter air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang mengalami kesulitan air selama musim kemarau.
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mengatakan, penanganan dampak kemarau tidak hanya berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemerintah juga harus memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi, termasuk ketersediaan air bersih.
“Termasuk menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat terdampak,” kata Agustiar di Palangka Raya, Jumat (4/9/2026).
Berdasarkan data penyaluran pada 1-2 September 2026, distribusi air bersih mencapai 233.250 liter. Pada 1 September, sebanyak 74.450 liter air disalurkan, kemudian meningkat menjadi 158.800 liter pada 2 September.
Bantuan tersebut menjangkau sejumlah desa dan kelurahan di berbagai kabupaten/kota di Kalteng, di antaranya Palangka Raya, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Lamandau, Seruyan, Katingan, Murung Raya, Barito Timur, Pulang Pisau, dan Barito Selatan.
Di wilayah Kotawaringin, distribusi dilakukan ke Desa Riam Durian sebanyak 12.000 liter, Bungur 3.000 liter, Natai Baru 22.000 liter, Purbasari 12.000 liter, Natai Raya 12.000 liter, Sebuai 2.400 liter, dan Melawen 12.000 liter.
Sementara di Palangka Raya, bantuan air bersih disalurkan ke kawasan Tangkiling sebanyak 12.000 liter untuk memenuhi kebutuhan sekitar 200 kepala keluarga.
Di Lamandau, Desa Bumi Agung menerima 20.000 liter air. Seruyan mendapatkan bantuan untuk Desa Pematang Panjang sebanyak 4.000 liter dan Desa Tambak sebanyak 12.000 liter.
Distribusi juga dilakukan ke Desa Hiyang Bana, Kabupaten Katingan, sebanyak 12.000 liter. Di Murung Raya, bantuan masing-masing 1.200 liter disalurkan ke Sungai Lubuk, Puruk Cahu Seberang, dan Konut.
Selanjutnya, Kabupaten Barito Timur menerima bantuan masing-masing 5.000 liter untuk Desa Johan dan Lengang. Pulang Pisau mendapat 2.400 liter untuk Desa Bahaur Hulu, sedangkan Barito Selatan menerima 7.400 liter untuk Desa Lembeng.
Agustiar menegaskan pemerintah daerah akan terus memperhatikan berbagai dampak yang muncul selama musim kemarau. Selain pengendalian karhutla, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat menjadi bagian dari langkah penanganan kondisi tersebut.
Distribusi air bersih diharapkan dapat membantu masyarakat di wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air, sekaligus memastikan kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi selama kemarau berlangsung.





















