Gubernur Kalteng Buka Kolaborasi dengan GP Ansor, Ekonomi dan Persatuan Jadi Fokus

Dok : MMC Kalteng

kaltengpedia.com – Palangka Raya – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kalimantan Tengah memiliki sekitar 6.000 kader terdaftar dalam aplikasi SIAP. Jumlah tersebut menjadi salah satu modal organisasi untuk memperluas peran dalam pembangunan daerah, pemberdayaan ekonomi, serta penguatan persatuan di Kalimantan Tengah.

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mendorong GP Ansor menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Pelantikan Pengurus Wilayah dan Pengurus Cabang GP Ansor Provinsi Kalimantan Tengah Masa Khidmat 2025–2029 yang dirangkaikan dengan Seminar Nasional dan Dialog Publik GP Ansor se-Kalimantan Tengah di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Kamis (6/8/2026).

Agustiar mengatakan pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan. Menurutnya, GP Ansor memiliki posisi strategis untuk memperkuat persatuan sekaligus berkontribusi dalam pembangunan di berbagai sektor.

Gubernur juga menilai tema seminar “Ansor Masa Depan: Peluang dan Tantangan Ekonomi Rantai Pasok di Kalimantan Tengah” relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Menurutnya, penguatan rantai pasok dapat menjadi salah satu faktor untuk meningkatkan daya saing produk lokal, membuka peluang investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Ia berharap seminar tersebut tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi menghasilkan gagasan dan rekomendasi yang dapat diterapkan untuk mendukung pembangunan Kalimantan Tengah.

Ketua Pengurus Wilayah GP Ansor Kalimantan Tengah Arjoni mengatakan organisasi saat ini memiliki sekitar 6.000 kader yang telah terdaftar dalam aplikasi SIAP.

Jumlah tersebut akan terus dikembangkan hingga menjangkau wilayah desa. Perluasan kaderisasi tersebut menjadi bagian dari upaya GP Ansor memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan kontribusi kepada masyarakat.

Arjoni mengatakan GP Ansor Kalteng berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga keamanan, memperkuat persatuan, dan mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Selain penguatan kader, organisasi juga mulai mengembangkan kemandirian ekonomi melalui sejumlah unit usaha. Bidang yang dikembangkan antara lain pertanian, peternakan, serta kegiatan ekonomi berbasis gotong royong.

Upaya tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung kepada kader sekaligus masyarakat di sekitar organisasi.

Dukungan pemerintah terhadap pengembangan ekonomi tersebut salah satunya dilakukan melalui bantuan alat pertanian yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kader dalam mengembangkan sektor usaha.

Agustiar mengatakan GP Ansor tidak hanya memiliki peran dalam kaderisasi generasi muda, tetapi juga dapat berkontribusi dalam persoalan sosial, pendidikan, ekonomi, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.

“GP Ansor memiliki posisi strategis dalam memperkuat harmoni kehidupan bermasyarakat sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam membangun daerah,” kata Agustiar.

Ia berharap kepengurusan GP Ansor Kalteng periode 2025–2029 dapat menjalankan organisasi secara profesional, memperkuat pengabdian kepada masyarakat, serta menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, lanjutnya, membuka ruang kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Arjoni menegaskan penguatan organisasi akan terus dilakukan hingga tingkat desa. Menurutnya, keberadaan kader di berbagai wilayah diharapkan dapat memperluas kontribusi GP Ansor dalam menjaga persatuan, mendukung masyarakat, dan mengembangkan kegiatan ekonomi.

Pelantikan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kalteng Linae Victoria Aden, Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor Addin Jauharudin, Ketua PWNU Kalteng M. Wahyudie F. Dirun, kepala perangkat daerah, bupati dan wali kota se-Kalteng, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, serta jajaran Pengurus Wilayah dan Pengurus Cabang GP Ansor Kalimantan Tengah.

Dengan jumlah kader yang mencapai sekitar 6.000 orang, GP Ansor Kalteng memiliki basis organisasi yang dapat diarahkan untuk memperkuat pembangunan, pemberdayaan ekonomi, dan pelayanan sosial di berbagai wilayah Kalimantan Tengah.

Pos terkait