kaltengpedia.com – Buntok – Pemerintah Kabupaten Barito Selatan (Barsel) bersama Panitia Hari Besar Islam (PHBI) menggelar kegiatan tausiah agama dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran perangkat daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan jemaah dari berbagai wilayah di Kabupaten Barito Selatan.
Peringatan Tahun Baru Islam menjadi momentum penting bagi umat Muslim untuk melakukan introspeksi dan evaluasi diri atas perjalanan kehidupan yang telah dilalui, sekaligus memperkuat komitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik di masa mendatang.
Dalam sambutannya, perwakilan Pemerintah Kabupaten Barito Selatan mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan 1 Muharram sebagai sarana memperkuat nilai-nilai keimanan, meningkatkan kepedulian sosial, serta mempererat persatuan dan kebersamaan.
Menurutnya, semangat hijrah yang dicontohkan Rasulullah SAW tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan secara fisik, tetapi juga perubahan sikap dan perilaku menuju kehidupan yang lebih baik.
“Momentum Tahun Baru Islam hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus melakukan perbaikan diri, meningkatkan kualitas ibadah, serta memperkuat kontribusi positif bagi masyarakat dan pembangunan daerah,” ujarnya.
Dalam tausiah yang disampaikan penceramah, jemaah diajak memahami makna hijrah secara lebih mendalam, yakni perubahan menuju kehidupan yang lebih baik, baik dalam hubungan dengan Allah SWT maupun sesama manusia.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk terus menjaga kerukunan, memperkuat nilai toleransi, dan meningkatkan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan peringatan Tahun Baru Islam 1448 H tersebut ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur sekaligus harapan agar Kabupaten Barito Selatan senantiasa diberikan keberkahan, keamanan, dan kemajuan.
Melalui kegiatan keagamaan seperti ini, Pemerintah Kabupaten Barito Selatan berharap nilai-nilai religius dapat terus tumbuh dan menjadi fondasi dalam mendukung pembangunan daerah yang harmonis, maju, dan sejahtera. (Yd/Kalped)






















