Perkuat KIM, Pemkot Palangka Raya Dorong Warga Makin Cerdas Hadapi Banjir Informasi Digital

Dok. ANTARA

kaltengpedia.com – Derasnya arus informasi di ruang digital membuat kemampuan masyarakat dalam memilah informasi menjadi semakin penting. Pemerintah Kota Palangka Raya pun memperkuat peran Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) sebagai mitra dalam membangun ekosistem informasi yang sehat dan bertanggung jawab.

KIM tidak lagi dipandang sekadar sebagai wadah penyebarluasan informasi, tetapi juga diharapkan menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Publik Diskominfo Kota Palangka Raya, Hendra Surya, mengatakan KIM memiliki posisi strategis untuk membantu masyarakat memperoleh informasi pembangunan, kebijakan pemerintah hingga pelayanan publik secara cepat dan mudah dipahami.

“Melalui KIM, berbagai program pembangunan, kebijakan pemerintah, maupun informasi yang bermanfaat dapat disampaikan secara cepat, tepat dan mudah dipahami masyarakat,” ujar Hendra di Palangka Raya, Jumat.

Pernyataan tersebut disampaikan Hendra saat sosialisasi literasi digital melalui KIM yang digelar di Kelurahan Bereng Bengkel. Kegiatan itu menyasar sejumlah elemen masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kecakapan warga dalam menggunakan teknologi informasi.

Menurut Hendra, perkembangan teknologi telah membuka akses yang semakin luas terhadap berbagai informasi, mulai dari pemerintahan, pendidikan, kesehatan, pelayanan publik hingga peluang ekonomi.

Namun, kemudahan tersebut juga membawa tantangan. Masyarakat dituntut tidak hanya mampu mengakses informasi, tetapi juga dapat menilai apakah informasi yang diterima benar, relevan dan layak untuk disebarluaskan.

“Literasi digital bukan hanya tentang kemampuan menggunakan telepon pintar atau media sosial, tetapi juga bagaimana kita cerdas mencari informasi, kritis terhadap informasi yang diterima, menjaga keamanan data pribadi, serta bertanggung jawab dalam menyebarkan informasi,” katanya.

Kemampuan tersebut menjadi semakin penting ketika informasi dapat menyebar dalam hitungan detik. Informasi yang belum terverifikasi berpotensi menimbulkan kesalahpahaman apabila langsung diteruskan kepada orang lain.

Karena itu, keberadaan KIM diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun budaya bermedia digital yang lebih sehat di tengah masyarakat.

Hendra mengatakan KIM juga dapat berperan dalam menggali dan mengangkat berbagai potensi yang ada di lingkungan masyarakat. Informasi mengenai potensi lokal, kegiatan masyarakat maupun perkembangan pembangunan dapat dikemas dan disebarluaskan melalui kanal digital secara positif dan produktif.

Diskominfo Kota Palangka Raya saat ini telah membentuk 38 KIM yang tersebar di sejumlah wilayah di Kota Palangka Raya.

Keberadaan puluhan komunitas tersebut diharapkan semakin memperluas jaringan komunikasi publik sekaligus mendekatkan informasi pemerintahan dengan masyarakat hingga tingkat kelurahan.

Lurah Bereng Bengkel, Ahmad Riady, menyambut baik pelaksanaan sosialisasi tersebut. Menurutnya, pembentukan KIM menjadi momentum untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi perubahan teknologi informasi yang berlangsung cepat.

“Kami berharap kehadiran KIM dapat menjadi mitra pemerintah kelurahan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat sekaligus mendorong warga agar semakin bijak bermedia digital,” ujar Ahmad.

Ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat diperlukan agar informasi yang beredar di lingkungan warga tidak hanya cepat, tetapi juga memiliki nilai manfaat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Penguatan KIM pada akhirnya diarahkan untuk membangun masyarakat yang tidak sekadar aktif menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, menjaga keamanan digital dan bertanggung jawab terhadap setiap informasi yang dibagikan.

Dengan ekosistem informasi yang semakin sehat, Pemkot Palangka Raya berharap teknologi digital dapat dimanfaatkan secara lebih produktif untuk mendukung pelayanan publik, memperkuat partisipasi masyarakat serta mempercepat penyebaran informasi pembangunan daerah.

Pos terkait