Kabut Asap Karhutla, PJJ SMAN 2 Kuala Kurun Tetap Berjalan dengan Dukungan Starlink

Dok : MMC Kalteng

kaltengpedia.com – Pembelajaran jarak jauh (PJJ) di SMAN 2 Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas, tetap berjalan di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Aktivitas pembelajaran tersebut dipantau langsung Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah Muhammad Reza Prabowo melalui Kelas Digital Huma Betang, Selasa (1/9/2026).

Reza menyapa guru dan peserta didik dari Media Center Posko Penanganan Darurat Karhutla di halaman Istana Isen Mulang, Palangka Raya. Pemantauan dilakukan dengan memanfaatkan TV Interaktif yang terhubung dengan sekolah.

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan tersebut, Reza berdialog dengan guru SMAN 2 Kuala Kurun, Sadrakh Balinga. Ia menjelaskan bahwa para guru tetap hadir di sekolah untuk memastikan kegiatan PJJ berjalan dan memantau keaktifan peserta didik.

“Kami dari SMAN 2 Kuala Kurun, dari guru mata pelajaran sejarah. Ini sudah masuk sesi penugasan dan kami terus memantau keikutsertaan murid, aktif dan ikut semua,” ujar Sadrakh.

Reza mengapresiasi komitmen para guru yang tetap datang ke sekolah meskipun kegiatan belajar dilakukan dari jarak jauh. Ia juga menanyakan jadwal pembelajaran yang diterapkan sekolah.

Menurut Sadrakh, kegiatan belajar dimulai pukul 08.00 WIB hingga 13.30 WIB. Pelaksanaan PJJ SMAN 2 Kuala Kurun juga berjalan lancar karena sekolah mendapat dukungan konektivitas Starlink dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah.

“Alhamdulillah lancar saja karena kita menggunakan Starlink dari Dinas Pendidikan yang bisa ke ruang guru,” ungkapnya.

Selain memantau guru, Reza juga menyapa peserta didik yang mengikuti pembelajaran secara daring. Salah satunya siswa bernama Okta.

Saat melihat Okta mengikuti pembelajaran dari luar ruangan, Reza mengingatkan siswa tersebut agar tidak berada di tempat terbuka. Imbauan itu disampaikan karena kualitas udara masih terpengaruh kabut asap karhutla.

“Kamu jangan di luar karena ini lagi banyak asap,” pesan Reza.

Okta kemudian menjelaskan bahwa dirinya sedang berada di lanting. Reza kembali mengingatkan pentingnya menjaga kedisiplinan selama mengikuti PJJ.

Ia mengapresiasi Okta yang tetap mengenakan pakaian rapi saat mengikuti pembelajaran. Menurutnya, kedisiplinan tetap harus dijaga meskipun kegiatan belajar dilakukan dari rumah.

“Terima kasih sudah melakukan PJJ dan hari ini sudah berpakaian rapi seperti di sekolah. Ini tandanya kita disiplin,” tegas Reza.

Ia juga mengingatkan peserta didik agar mengikuti pembelajaran dengan sikap yang baik. Siswa diminta duduk dengan tertib dan tidak mengikuti pembelajaran sambil berbaring.

Menurut Reza, PJJ bukan berarti mengurangi tanggung jawab maupun kedisiplinan dalam pendidikan. Kegiatan belajar tetap harus berlangsung dengan memperhatikan kesehatan dan keselamatan peserta didik.

Pemanfaatan teknologi menjadi salah satu cara untuk menjaga layanan pendidikan selama kondisi karhutla. Melalui Kelas Digital Huma Betang, sekolah tetap dapat berkomunikasi dengan guru dan peserta didik.

Dukungan TV Interaktif dan konektivitas Starlink juga membantu sekolah menjalankan pembelajaran di tengah kondisi khusus. Teknologi tersebut memungkinkan proses belajar tetap berlangsung meskipun siswa tidak mengikuti pembelajaran secara langsung di ruang kelas.

Pelaksanaan PJJ SMAN 2 Kuala Kurun menjadi salah satu contoh bahwa kegiatan pendidikan tetap dapat berjalan di tengah gangguan kabut asap. Pada saat yang sama, sekolah tetap diarahkan untuk memperhatikan kondisi kesehatan dan keselamatan peserta didik.

Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah terus memantau pelaksanaan pembelajaran selama kondisi karhutla. Evaluasi dilakukan agar kegiatan belajar tetap efektif dan hak peserta didik untuk mendapatkan pendidikan tetap terpenuhi.

Pos terkait