Ranking APBD Kabupaten/Kota di Kalteng 2026: Siapa Terbesar dan Siapa Paling Cepat Menyerap Anggaran?

Dok : Ilustrasi

kaltengpedia.com – Palangka Raya – Total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 14 kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Tengah pada Tahun Anggaran 2026 mencapai sekitar Rp19,16 triliun. Berdasarkan data Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD) Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan hingga Juni 2026, realisasi pendapatan daerah menunjukkan perkembangan yang beragam dengan rata-rata serapan masih berada di bawah 35 persen.

Urutan APBD Daerah (Terbesar ke Terkecil)

Peringkat Kabupaten/Kota Total APBD Realisasi Pendapatan Persentase
1 Kabupaten Barito Utara Rp3,30 triliun Rp900,54 miliar 27,33%
2 Kabupaten Kapuas Rp2,73 triliun Rp718,91 miliar 26,35%
3 Kabupaten Kotawaringin Timur Rp1,95 triliun Rp604,70 miliar 31,04%
4 Kabupaten Murung Raya Rp1,47 triliun Rp311,04 miliar 21,11%
5 Kabupaten Kotawaringin Barat Rp1,40 triliun Rp331,70 miliar 23,72%
6 Kabupaten Barito Selatan Rp1,28 triliun Rp185,03 miliar 14,47%
7 Kota Palangka Raya Rp1,20 triliun Rp269,29 miliar 22,49%
8 Kabupaten Katingan Rp1,19 triliun Rp347,36 miliar 29,23%
9 Kabupaten Seruyan Rp1,15 triliun Rp369,40 miliar 32,10%
10 Kabupaten Gunung Mas Rp1,09 triliun Rp385,70 miliar 35,52%
11 Kabupaten Barito Timur Rp960,56 miliar Rp257,02 miliar 26,76%
12 Kabupaten Pulang Pisau Rp800,80 miliar Rp264,82 miliar 33,07%
13 Kabupaten Lamandau Rp791,56 miliar Rp216,18 miliar 27,31%
14 Kabupaten Sukamara Rp557,93 miliar Rp242,62 miliar 43,48%

APBD Terbesar: Kabupaten Barito UtaraRp3,30 triliun, realisasi Rp900,54 miliar (27,33%).

APBD Terkecil: Kabupaten SukamaraRp557,93 miliar, realisasi Rp242,62 miliar (43,48%).

Serapan Pendapatan Tertinggi: Kabupaten Sukamara43,48% (Rp242,62 miliar).

Serapan Pendapatan Terendah: Kabupaten Barito Selatan14,47% (Rp185,03 miliar).

Secara umum, capaian realisasi APBD hingga semester pertama Tahun Anggaran 2026 menunjukkan kemampuan pemerintah daerah dalam menghimpun pendapatan mulai meningkat. Namun demikian, percepatan pelaksanaan program pembangunan, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta peningkatan efektivitas belanja masih menjadi perhatian utama agar target pembangunan di seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Tengah dapat tercapai secara optimal hingga akhir tahun anggaran. (Yd/Kalped)

Pos terkait