kaltengpedia.com – Proses pengadaan jasa belanja sewa kapal terbang di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat resmi dinyatakan gagal. Tender dengan kode 10117141000 itu bahkan tidak menarik satu pun peserta hingga batas akhir.
Berdasarkan data Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE), paket yang dikelola oleh Sekretariat Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat tersebut memiliki pagu anggaran sebesar Rp850 juta dengan nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) mencapai Rp750 juta dari APBD Tahun 2026.
Namun, hingga masa perpanjangan waktu yang diberikan panitia, tidak ada penyedia yang menyampaikan dokumen penawaran. Kondisi ini membuat tender otomatis dibatalkan.
“Tidak ada peserta yang menyampaikan dokumen penawaran setelah ada pemberian waktu perpanjangan,” demikian tertulis dalam keterangan resmi pembatalan tender.
Minim Minat Penyedia?
Tender ini sebenarnya ditujukan untuk mendukung kebutuhan transportasi udara dengan rute Pangkalan Bun – Banjarmasin dalam wilayah operasional Kabupaten Kotawaringin Barat.
Dengan metode pengadaan tender pascakualifikasi satu file sistem gugur harga terendah, proyek ini menyasar penyedia jasa non-kecil yang memiliki izin usaha di bidang angkutan udara, termasuk klasifikasi KBLI 51101 (angkutan udara berjadwal dalam negeri).
Namun fakta bahwa jumlah peserta nol menimbulkan pertanyaan, mulai dari ketertarikan pasar hingga kemungkinan faktor teknis dalam persyaratan lelang.
Proyek Selesai Tanpa Pemenang
Meski berstatus “tender sudah selesai”, paket ini berakhir tanpa pemenang maupun kontrak. Artinya, rencana pengadaan jasa sewa pesawat tersebut belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat.
Situasi ini berpotensi berdampak pada mobilitas kegiatan pemerintahan yang membutuhkan dukungan transportasi udara cepat, khususnya di wilayah Kalimantan yang memiliki tantangan geografis.
Hingga saat ini, belum ada informasi lanjutan apakah paket tersebut akan ditender ulang atau dialihkan ke skema pengadaan lain.





















