Gubernur Agustiar: Potensi Desa Harus Jadi Sumber Kesejahteraan Masyarakat

Dok : Antara Kalteng News

kaltengpedia.com – Palangka Raya – Pemerintah terus mendorong transformasi desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru guna mewujudkan pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kalimantan Tengah menjadi salah satu daerah yang didorong untuk memperkuat peran desa sebagai motor penggerak ekonomi melalui pemanfaatan potensi lokal dan pengembangan kelembagaan ekonomi masyarakat.

Sekretaris Kementerian Koperasi RI, Ahmad Zabadi, menegaskan bahwa aktivitas ekonomi yang tumbuh di desa harus mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat. Menurutnya, sumber daya ekonomi yang berasal dari desa tidak boleh terus mengalir keluar tanpa memberikan nilai tambah bagi warga desa. Sebaliknya, perputaran modal, investasi, dan kegiatan usaha harus berkembang di tingkat desa sehingga mampu menciptakan pemerataan ekonomi yang lebih berkeadilan.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Daerah DPD Asosiasi Pemerintah Desa Indonesia (APDESI) Kalimantan Tengah yang dihadiri ratusan kepala desa dari berbagai kabupaten. Forum tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen pembangunan desa sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Salah satu strategi yang kini dikembangkan pemerintah adalah penguatan Program Koperasi Desa Merah Putih. Program ini diarahkan untuk menghadirkan berbagai aktivitas ekonomi produktif di desa melalui pembangunan sarana usaha, pergudangan, distribusi logistik, layanan simpan pinjam, hingga penyediaan kebutuhan pokok masyarakat. Kehadiran koperasi diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan dan menciptakan lapangan kerja baru di pedesaan.

Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menegaskan bahwa efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah bukan berarti mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sebaliknya, setiap anggaran harus mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat. Oleh karena itu, desa didorong untuk membangun kemandirian ekonomi melalui inovasi dan pengelolaan potensi lokal yang dimiliki masing-masing wilayah.

Menurut Gubernur, setiap desa di Kalimantan Tengah memiliki keunggulan yang berbeda, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, pariwisata, ekonomi kreatif hingga jasa. Apabila seluruh potensi tersebut dapat dikelola secara optimal, maka desa tidak hanya menjadi pusat produksi, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat pendapatan asli desa.

Ke depan, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan ekonomi berbasis desa. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, penguatan koperasi, serta optimalisasi potensi lokal, desa-desa di Kalimantan Tengah diharapkan mampu tumbuh menjadi pusat ekonomi baru yang mandiri, produktif, dan berdaya saing, sekaligus menjadi pilar utama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara merata. (Yd/Kalped)

Pos terkait