Api Sudah Padam, UPR Belum Tenang: Ancaman dari Bawah Gambut Masih Ada

Dok : Antara Kalteng News

kaltengpedia.com – Palangka Raya – Universitas Palangka Raya (UPR) bergerak cepat menangani kebakaran lahan yang terjadi di kawasan kampus di Jalan Yos Sudarso, Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Tim gabungan langsung diterjunkan setelah titik api terdeteksi untuk mencegah kebakaran meluas dan mendekati sejumlah bangunan penting.

Kepala UPA Pengelola Lahan Gambut sekaligus Koordinator Lapangan Tim Penanggulangan Kebakaran Lahan UPR, Dr. Adi Jaya, PhD, mengatakan petugas segera melakukan pemadaman begitu menerima informasi mengenai keberadaan api.

“Begitu api terdeteksi, tim langsung bergerak melakukan pemadaman di lapangan,” katanya, Rabu.

Bacaan Lainnya

Penanganan kebakaran melibatkan UPA Pengelolaan Lahan Gambut, Pusat Pengembangan IPTEK dan Inovasi Gambut (PPIIG), Peat Techno Park (PTP), Tim Urusan Barang Milik Negara dan Rumah Tangga (BMN-RT), serta relawan dari sivitas akademika UPR.

Upaya pemadaman berhasil mengendalikan api yang sempat mendekati kawasan Gedung PPIIG dan Gedung Merah Putih. Meski api di permukaan telah dipadamkan, tim tanggap darurat belum menghentikan operasi di lapangan.

Adi menjelaskan, karakteristik lahan gambut yang kering memungkinkan api tetap bertahan di bawah permukaan atau mengalami smoldering. Kondisi ini membuat api berpotensi muncul kembali, terutama ketika dipicu embusan angin kencang dan suhu udara tinggi.

Karena itu, tim UPR terus melakukan pemantauan, pembasahan, dan cooling down secara berkala selama 24 jam. Patroli juga ditingkatkan di seluruh kawasan kampus, terutama pada area gambut yang dinilai rentan terbakar.

UPR turut menyiapkan suplai air, tandon penampungan, dan pompa jinjing di sejumlah titik krusial. Koordinasi dengan instansi pemadam kebakaran dan BPBD setempat juga diperkuat sebagai langkah antisipasi menghadapi kondisi cuaca kering yang meningkatkan risiko kebakaran lahan.

Langkah cepat tersebut dilakukan untuk memastikan kawasan kampus tetap aman dan mencegah titik api kembali muncul dari lapisan gambut.

Pos terkait