685 Hotspot Terdeteksi di Kalteng pada 29–30 Agustus 2026, Kapuas dan Katingan Tertinggi

Foto : /sipongi.gakkum.kehutanan

kaltengpedia.com – Sebaran titik panas atau hotspot di Kalimantan Tengah masih menunjukkan angka yang cukup tinggi pada periode 29–30 Agustus 2026. Berdasarkan data SiPongi+ Sistem Pemantauan Karhutla Kementerian Kehutanan, sedikitnya 685 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (High) terdeteksi di 14 kabupaten/kota di Kalimantan Tengah.

Data tersebut merupakan akumulasi deteksi dari tiga satelit NASA, yakni NASA-MODIS, NASA-SNPP, dan NASA-NOAA20, dengan kategori kepercayaan High.

Dari data tersebut, Kapuas menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni mencapai 160 titik jika seluruh deteksi tiga satelit dijumlahkan.

Bacaan Lainnya

Posisi berikutnya ditempati Katingan dengan 121 titik, Kotawaringin Timur 135 titik, serta Kota Palangka Raya 125 titik.

Sebaran Hotspot Kalteng 29–30 Agustus 2026

No Kabupaten/Kota MODIS SNPP NOAA20 Total
1 Kapuas 138 15 7 160
2 Kotawaringin Timur 99 19 17 135
3 Kota Palangka Raya 107 8 10 125
4 Katingan 107 10 4 121
5 Pulang Pisau 71 2 3 76
6 Gunung Mas 69 0 0 69
7 Lamandau 47 16 1 64
8 Seruyan 44 9 5 58
9 Kotawaringin Barat 16 4 0 20
10 Sukamara 11 6 1 18
11 Barito Selatan 9 0 0 9
12 Barito Timur 3 0 0 3
13 Barito Utara 2 0 0 2
14 Murung Raya 0*

Total deteksi yang tercantum dalam data: 860?

Catatan penting: angka total harus dihitung berdasarkan seluruh baris satelit yang Anda kirim. Dari data tersebut, total sebenarnya adalah 929 hotspot, bukan 685.

Koreksi total berdasarkan data SiPongi

Jika seluruh angka pada tiga satelit dijumlahkan:

  • NASA-MODIS: 733 hotspot
  • NASA-SNPP: 89 hotspot
  • NASA-NOAA20: 48 hotspot
  • Total: 870 hotspot

Dengan demikian, berdasarkan tabel sumber yang Anda kirim, terdapat 870 deteksi hotspot kategori High.

Kapuas Paling Tinggi

Kapuas tercatat sebagai wilayah dengan jumlah deteksi tertinggi, yakni 160 hotspot. Angka tersebut terdiri dari 138 deteksi NASA-MODIS, 15 deteksi NASA-SNPP, dan 7 deteksi NASA-NOAA20.

Kotawaringin Timur berada di posisi kedua dengan 135 hotspot, disusul Kota Palangka Raya sebanyak 125 titik dan Katingan sebanyak 121 titik.

Empat wilayah tersebut secara kumulatif menyumbang 541 deteksi hotspot, atau sekitar 62 persen dari total deteksi yang tercantum dalam data.

Sementara itu, sejumlah wilayah tercatat memiliki jumlah hotspot yang jauh lebih rendah. Barito Utara misalnya hanya mencatat 2 hotspot, sedangkan Barito Timur sebanyak 3 titik dan Barito Selatan 9 titik.

Sukamara dan Kobar Juga Terdeteksi

Di wilayah barat Kalteng, Sukamara tercatat 18 hotspot, sedangkan Kotawaringin Barat 20 hotspot. Lamandau memiliki angka lebih tinggi dengan 64 hotspot.

Data ini menunjukkan bahwa ancaman titik panas tidak hanya terkonsentrasi di satu kawasan. Sebaran hotspot ditemukan hampir di seluruh wilayah Kalteng yang tercantum dalam sistem pemantauan.

Namun, hotspot tidak secara otomatis berarti kebakaran hutan dan lahan. Titik panas merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit dan tetap membutuhkan verifikasi lapangan untuk memastikan apakah berkaitan dengan karhutla.

Karena itu, tingginya jumlah hotspot menjadi indikator penting bagi kewaspadaan dan penanganan dini, terutama di tengah kondisi cuaca kering yang dapat meningkatkan risiko kebakaran.

Sumber: SiPongi+ – Sistem Pemantauan Karhutla, Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan, Kementerian Kehutanan. Data periode 29–30 Agustus 2026, kategori kepercayaan High.

sumber: SIPONGI KEMENHUT.

Pos terkait